Warga Kampung Abwean, RW 03/RT 03, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau, dikagetkan dengan penemuan benda yang diduga proyektil peluru jatuh dari plafon sebuah rumah. Temuan tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian bersama tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) setelah menerima laporan dari pemilik rumah pada Selasa (9/6/2026).
"Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Inafis Polresta Barelang. Laporan kami terima hari ini setelah pemilik rumah menemukan benda yang diduga proyektil peluru," kata Tigor, Selasa (9/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tigor, peristiwa itu diduga bermula saat penghuni rumah mendengar suara letusan pada Minggu (7/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Namun saat itu mereka tidak menaruh curiga karena mengira suara tersebut berasal dari petasan atau kembang api.
"Pemilik rumah mendengar ada suara letusan pada Minggu dini hari. Namun dari Minggu hingga hari ini mereka menganggap suara itu hanya bunyi petasan atau kembang api sehingga tidak langsung melapor," ujarnya.
Kecurigaan muncul setelah penghuni rumah menemukan benda menyerupai proyektil yang diduga menembus bagian plafon rumah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Bengkong untuk ditindaklanjuti.
"Mereka melapor setelah menemukan proyektil yang diduga peluru. Dari laporan itu kami langsung turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut," jelas Tigor.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah benda yang ditemukan tersebut merupakan proyektil peluru senjata api. Saat ini benda tersebut telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Apakah benar itu proyektil peluru senjata api atau bukan, masih dalam pemeriksaan. Saat ini masih kami dalami," katanya.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
"Pihak rumah tidak mengalami luka ataupun kerugian yang mengakibatkan korban jiwa. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait asal-usul proyektil tersebut," ujarnya.
(afb/afb)
