Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun bernama Bilqis Rajiansyah Lestari, warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, ditemukan tewas diduga menjadi korban perampokan yang berujung pembunuhan. Jasad siswi kelas 5 SD tersebut pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi Sri Lestari (34), saat pulang kerja.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuhnya. Peristiwa itu diketahui pada Jumat (5/6) sekitar pukul 16.00 WIB ketika Dewi kembali ke rumah usai bekerja di pabrik.
Setibanya di rumah, Dewi mendapati pintu rumah tertutup rapat. Ia juga melihat gembok terpasang namun dalam keadaan tidak terkunci. Merasa curiga, ia kemudian masuk ke dalam rumah sambil memanggil nama putrinya.
Saat memasuki rumah, Dewi menemukan Bilqis berada di atas kasur di ruang tengah dalam posisi tengkurap. Karena tidak mendapat respons, ia berusaha membangunkan anaknya tersebut.
"Aku memanggil anakku, lalu aku bangunin. Aku panggil Bilqis Bilqis, bocahnya diam, apa sakit ya cuma diam pakai selimut kakinya setengah badan. Aku buka dikit-dikit banyak darahnya di kakinya, sprei dan selimut juga banyak darah. Aku tengkurapin, muka sudah ada luka bacok, sama tangan, dan saya menyalakan lampu, matikan kipas," terangnya, Sabtu (6/6/2026) melansir detikJateng.
Melihat kondisi anaknya yang sudah bersimbah darah, Dewi langsung berteriak meminta pertolongan sambil berlari keluar rumah. Teriakannya mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibunya yang baru pulang bekerja dari pabrik rokok sekitar pukul 16.00 WIB.
"Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya," terang Aris.
Aris mengaku langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Saat tiba di rumah korban, suasana sudah dipenuhi warga yang ingin mengetahui kejadian tersebut.
Ia kemudian masuk ke dalam rumah dan mendapati korban telah meninggal dunia dengan luka berat di sejumlah bagian tubuh.
"Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu, langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto," jelasnya.
Berdasarkan keterangan Aris, saat kejadian korban berada seorang diri di rumah. Kedua orang tuanya telah berangkat bekerja sejak pagi. Kondisi lingkungan sekitar rumah juga relatif sepi pada siang hari karena sebagian besar warga beraktivitas sebagai petani tebu maupun pedagang.
"Korban ini anak tunggal, anak bawaan dari ibunya. Ayah kandungnya sudah meninggal, lalu ibunya menikah lagi dengan Pak Sukardi. Mereka juga baru sekitar 3 bulan pindah dan menempati rumah baru ini," tambah Aris.
Simak Video "Video: Polisi Tepis Motif Keluarga di Kasus Pembunuhan Anak Politikus PKS"
(afb/afb)