Seorang pria bernama Rahmadsyah (45) mengaku menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan sekitar 50 orang di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Akibatnya, adik personel TNI itu harus mengalami luka-luka di tubuhnya.
Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Jermal VII, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (30/5/2026) malam. Berikut detikSumut rangkum 5 hal terkait peristiwa itu:
1. Didatangi Sekitar 50 Orang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmadsyah mengatakan ada sekitar 50 orang yang diduga mengeroyoknya itu. Dia mengaku mengenali beberapa orang termasuk yang membacoknya berinisial IS.
"Yang membacok saya namanya IS. Dia menggunakan parang panjang. Selain itu, ada Abah, Ahak, dan beberapa orang lainnya. Jumlah mereka kurang lebih 50 orang," kata Rahmadsyah, Minggu (31/5).
2. Diduga Orang Suruhan
Menurut Rahmadsyah, para pelaku mengaku melakukan aksi tersebut atas perintah seseorang bernama Guntur Syahputra.
"Ini perintah Ketua Guntur Syahputra,'" ujar Rahmadsyah menirukan ucapan para pelaku saat melakukan penganiayaan.
3. Ditelantarkan di Depan RS
Setelah mengalami penganiayaan, korban mengaku dibawa oleh para pelaku dan kemudian ditinggalkan di depan RS Muhammadiyah dalam kondisi kritis.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan kaki, serta memar di wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya.
"Sementara adik saya ditinggalkan di depan RS Muhammadiyah," kata Serka Dede Andiruka abang korban.
4. Korban Lain Putus Jari
Serka Dede mengatakan bahwa yang menjadi korban tidak hanya adiknya. Namun, ada seorang pria bernama Bram (25) yang mengalami putus jari tangan.
"Ada satu korban lain yang berhasil pulang setelah diduga diculik, yaitu Bram (25), korban mengalami putus jari tangan,," ujarnya.
5. Polisi Selidiki
Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga telah membuat laporan ke Polrestabes Medan untuk diproses lebih lanjut. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/2299/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 30 Mei 2026.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis membenarkan bahwa pihak korban telah membuat laporan. Saat ini, kata Adrian, pihaknya tengah mendalami laporan itu, termasuk mendalami motif kejadian tersebut.
"Kejadiannya masih kami dalami," jelasnya.
