Pengiriman 2,8 Kg Ganja Lewat Ekspedisi Digagalkan di Bandara SIM

Aceh

Pengiriman 2,8 Kg Ganja Lewat Ekspedisi Digagalkan di Bandara SIM

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 01 Jun 2026 18:29 WIB
Pengiriman 2,8 Kg Ganja Lewat Ekspedisi Digagalkan di Bandara SIM
Foto: Petugas menunjukkan barang bukti ganja seberat 2,8 Kg yang hendak diselundupkan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh. (dok. Lanud SIM)
Banda Aceh -

Petugas Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Aceh menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat 2,8 kilogram. Barang haram itu dikirim pelaku yang belum diketahui identitasnya lewat jasa ekspedisi.

Kasus bermula saat personel Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) bersama petugas Aviation Security (Avsec) Angkasa Pura Indonesia (API) mengecek paket yang hendak dikirimkan di Gedung Kargo Bandara SIM, Senin (1/6/2026). Petugas curiga dengan 1 paket ketika dilakukan X-Ray sekitar pukul 09.51 WIB.

Setelah diperiksa lebih lanjut, tim gabungan mengetahui isinya ternyata ganja yang disembunyikan dalam sarung hitam. Paket itu dibungkus menggunakan aluminium foil serta plastik putih untuk mengelabui pemeriksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paket tersebut dikirim ke Bandung via Jakarta," kata Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Suryo Anggoro dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, paket ganja itu telah diserahkan ke Polresta Banda Aceh untuk ditindaklanjuti. Suryo mengaku belum mengetahui pemilik ganja tersebut.

"Barang bukti selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses penyelidikan dan pengembangan jaringan pelaku," ujar Suryo.

Penyerahan dilakukan setelah konferensi pers yang dihadiri Perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kapolresta Banda Aceh Kombes Andi Kirana, BNNP Aceh, Kantor Bea Cukai Banda Aceh, unsur Avsec API, operator X-Ray Cargo, serta jajaran Cargo Logistic. Pengungkapan kasus itu disebut bentuk komitmen bersama memperkuat pengawasan dan pemberantasan narkoba di Aceh.

"Keberhasilan ini menjadi bukti kuat sinergi lintas instansi dalam menjaga Bandara SIM sebagai gerbang udara Aceh yang aman dari penyelundupan narkotika," jelasnya.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads