Seorang warga berinisial KD (31) membuat laporan usai mengaku kehilangan perhiasan emasnya saat rumahnya diduga digeledah sejumlah orang yang mengaku-ngaku personel Ditressiber Polda Sumut. Saat ini, polisi tengah menyelidiki laporan itu.
Untuk diketahui, laporan itu dilayangkan ke Polsek Patumbak pada 7 Mei 2026. Laporan itu bernomor: LP/B/215/V/2026/SPKT/Polsek Patumbak/Polrestabes Medan/Polda Sumut.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu bengkel di Dusun 1 Desa Patumbak 1, Kecamatan Patumbak. Korban mengaku kalung emasnya seberat 19,96 gram dan 18,61 gram hilang.
Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora mengatakan pihaknya tengah menyelidiki laporan itu. Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Laporan sudah kami terima, kami sudah olah TKP dan sedang kami selidiki laporannya," kata Daulat, Senin (11/5/2026).
Terkait apakah sejumlah orang yang datang ke bengkel itu adalah personel kepolisian, Daulat menyebut pihaknya belum bisa memastikannya. Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidikinya.
"Terkait itu, kami masih menyelidiki kebenarannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Ahing (45) selaku kepala mekanik di bengkel korban itu mengaku peristiwa itu terjadi pada Senin (13/4/2026) sekira pukul 10.00 WIB. Awalnya, Ahing datang ke bengkel itu untuk bekerja.
Lalu, dia tiba-tiba melihat di bengkel itu sudah ramai orang. Ahing menyebut ada sekitar 6 orang berpakaian biasa datang ke bengkel itu bersama Kepala Dusun I dan menggeledah rumah bosnya itu.
Dia mengatakan rumah tersebut terdiri dari 3 lantai, di mana lantai satunya dijadikan untuk bengkel, sedangkan lantai 2 jadi tempat tinggal bosnya. Saat itu, kata Ahing, bosnya, yakni KD juga berada di lokasi. Sementara suami KD, yakni S tidak ada di bengkel itu.
"Mereka mengaku dari Siber Polda Sumut. Mereka naik mobil berpakaian preman," kata Ahing saat diwawancarai di bengkel itu.
Ahing menyebut orang-orang yang mengaku personel Polda Sumut itu menggeledah ruangan bosnya di lantai 2. Lalu, selang beberapa menit orang-orang tersebut turun.
Dia menyebut sejumlah orang itu sempat menunjukkan selembar surat. Meski begitu, Ahing tidak mengetahui pasti isi surat itu.
Namun, kata Ahing, sejumlah orang mengaku polisi itu menyebut ingin mencari suami bosnya, yaitu S terkait dengan judi online.
"Katanya ada surat panggilan, ditujukan ke bos. Mereka ngomong di awal soal pencucian uang, judol," jelasnya.
Simak Video "Video: Penumpang Trans Jatim Bingung Uang Hilang Dalam ATM, Ternyata Dicuri"
(fnr/afb)