Pelajar di Bantul Tewas Dianiaya, Korban Dipukuli hingga Dilindas Motor

Regional

Pelajar di Bantul Tewas Dianiaya, Korban Dipukuli hingga Dilindas Motor

Tim detikJogja - detikSumut
Selasa, 21 Apr 2026 12:00 WIB
Ilustrasi mayat
Foto: Dok.Detikcom
Bantul -

Seorang pelajar asal Kabupaten Bantul, Ilham Dwi Saputra (16) tewas usai hampir sepekan menjalani perawatan akibat dikeroyok. Dari 7 orang pelaku, 2 sudah ditangkap, 5 lainnya masih diburu polisi.

Ilham menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (19/4). Ayah Ilham, Sugeng Riyanto, menjelaskan, pengeroyokan terhadap anaknya itu terjadi pada Selasa (14/4) malam, sekitar pukul 22.00 WIB Ilham. Dua pelaku menjemput Ilham dengan sepeda motor.

"Nah, itu tiba-tiba ada dua orang pakai Nmax kalau nggak salah boncengan jemput anak saya sekitar jam 10 malam," kata Sugeng di rumah duka, Pandak, Bantul, dilansir detikJogja, Selasa (21/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan teman korban, dua orang tersebut membawa korban ke belakang salah satu SMAN di Bambanglipuro, Bantul. Di lokasi dua orang lainnya datang.

"Dua orang boncengan pakai Scoopy itu lalu membawa pergi anak saya dengan posisi anak saya di tengah (bonceng tiga)," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Teman korban tersebut juga sempat membuntuti mereka hingga ke Lapangan Gadung Melati, Pandak. Di situlah Ilham dikerubuti sekitar 10 orang dan dianiaya.

"Terus anak saya cuma ditanya 'kamu ikut geng ini' dan dijawab 'tidak'. Nah, setelah itu anak saya langsung dipukuli rame-rame, ada yang pakai selang, ada yang pakai paralon, pakai gunting, disundut rokok, bahkan dilindas pakai motor berulang kali," ucapnya.

Sugeng mengatakan, anaknya sempat pingsan akibat penganiayaan yang terjadi. Saat Ilham pingsan, salah satu pelaku juga sempat hendak melukai korban lagi.

"Kejadian terakhir itu keadaan sudah pingsan masih mau dipotong telinganya. Kebetulan ada temannya Ilham yang buntuti tadi terus guntingnya disaut (direbut)," katanya.

Usai kejadian, Ilham lalu dilarikan ke RSUD Saras Adyatma dan dirawat di ICU hingga akhirnya meninggal Minggu (19/4).

Sugeng pun melaporkan kasus itu sehari setelahnya, pada Rabu (15/4).

"Saya sebagai orang tua, saya tidak ikhlaslah anak saya kok matinya tragis seperti itu. Dianiaya bahkan melebihi PKI dulu toh? Hanya pakai selang, pakai gunting, disundut rokok bahkan dilindas pakai motor, itu kan sudah penganiayaan yang luar biasa," ucapnya.

Ia berharap para pelaku ditangkap dan dihukum yang setimpal sebab perbuatan pelaku dinilainya sangat sadis.

"Harapan saya sebagai kepala keluarga ataupun bapaknya Ilham, saya meminta jajaran kepolisian bila nantinya itu ketangkap ya dihukum seberat-beratnya. Karena memang pelakunya sadis sekali, sangat sadis," katanya.

Ilham juga mengaku anaknya tidak pernah keluar hingga larut malam dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu dikatakannya menjawab apakah ada kemungkinan Ilham memiliki masalah dengan rekan-rekannya terkait peristiwa itu.

"Selama 6 bulan lebih anak saya jarang keluar, maksudnya jarang keluar malam. Kalaupun keluar malam ya jam 9, jam 10 malam sudah pulang," ujarnya.

2 orang ditangkap

Satresrim Polres Bantul pun telah menyelidiki kasus tersebut. Dari penyelidikan, dua orang telah ditangkap.

"Satreskrim Polres Bantul berhasil mengamankan dua orang pelaku penganiayaan terhadap IDS (16) warga Pandak, Bantul yang terjadi pada hari Selasa tanggal 14 April 2026 sekira pukul 23.00 WIB di Pandak, Bantul," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Senin (20/4/2026).

Dua pelaku yang ditangkap yakni BLP (18), warga Kretek, Bantul dan YP (21), warga Bambanglipuro, Bantul. Keduanya diamankan pada Rabu dan Kamis pekan lalu.

"Tim Satreskrim Polres Bantul tengah melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan," ucapnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads