Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid membantah tuduhan KPK terkait ada menerima aliran dana untuk pelesiran ke Inggris. Wahid mengaku rencana terbang ke Inggris itu dibiayai oleh unit Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Saya juga mendengar konferensi pers KPK ketika itu bahwa ada uang untuk ke Inggris. Ternyata dalam dakwaan KPK saya sama sekali tidak menerima," kata Abdul Wahid setelah sidang di PN Tipikor Pekanbaru, Rabu (26/3/2026).
Saat itulah Wahid secara tegas menyebut rencana terbang ke Inggris dibiayai oleh Unit PBB. Ketegasan itu membantah soal aliran dana yang diterima untuk pelesiran ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibangun narasi bahwa saya keluar negeri. Saya sudah bilang dibiayai oleh unit PBB, tetapi dalam dakwaan tidak ada. Artinya ada beberapa kejanggalan," tegas Wahid.
Wahid juga menyinggung soal narasi jatah preman yang dituduhkan kepadanya. Lagi-lagi, secara tegas Abdul Wahid membantah tuduhan tersebut dan menilai sebagai narasi pembunuhan karakter.
"Keempat 'jatah preman'. Tidak disebutkan dalam dakwaan tentang jatah preman, siapa itu sebenarnya preman. Artinya ini saya menganggap pembunuhan karakter, jadi narasi-narasi seperti inilah orang tidak bersalah dianggap bersalah.
Terakhir, Wahid yang juga merangkap Ketua PKB Riau itu menyinggung soal alat bukti di kasusnya. Termasuk istilah 'matahari' yang hanya cocoklogi.
"Soal eksepsi, salah satunya tentang alat bukti. Masa alat bukti ada ditafsirkan, seperti matahari 2 bentuknya mengancam, komando bentuknya pengancaman. Tidak ada alat bukti di dunia ini yang berbentuk penafsiran yang dicocoklogi, tidak ada," ujar Wahid.
Sidang perdana Abdul Wahid cs digelar hari ini. Selanjutnya sidang eksepsi digelar pada 30 Maret pekan depan.
(ras/mjy)











































