Ditinggal Ngobrol, Motor Kepala Sekolah di Medan Raib

Ditinggal Ngobrol, Motor Kepala Sekolah di Medan Raib

Finta Rahyuni - detikSumut
Sabtu, 21 Feb 2026 12:30 WIB
Pelaku pencurian sepeda motor milik kepala sekolah di Medan. (Dok Polsek Medan Tuntungan)
Foto: Pelaku pencurian sepeda motor milik kepala sekolah di Medan. (Dok Polsek Medan Tuntungan)
Medan -

Sepeda motor milik seorang kepala sekolah swasta bernama Roslinda (65) dibawa kabur maling saat tengah asyik mengobrol bersama rekannya di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Maling bernama Hendra Saputra (28) itu telah ditangkap petugas kepolisian.

Kapolsek Medan Tuntungan Iptu Syawal Sitepu mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Jamin Ginting KM 10,5 Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (16/2/2026) sekira pukul 10.15 WIB. Saat itu, korban berada di dekat sekolah Bharlind School, tengah mengobrol bersama temannya.

"Awalnya, pelapor sedang mengobrol dengan temannya," kata Syawal, Sabtu (21/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat mengobrol itu, korban meninggalkan sepeda motornya berjarak sekitar 2-3 meter dari lokasinya. Pada saat itu, kunci sepeda motor korban masih tergantung di motor.

Pelaku yang melihat itu langsung mendekati motor korban dan melarikannya. Syawal mengatakan korban sempat berteriak meminta pertolongan, tetapi tak ada yang menolong. Alhasil, sepeda motor korban dibawa kabur jauh oleh pelaku.

ADVERTISEMENT

Atas kejadian itu, korban membuat laporan ke Polsek Medan Tuntungan. Usai menerima laporan tersebut, petugas kepolisian pun menyelidikinya hingga mengamankan pelaku di Jalan PDAM Tirtanadi, Rabu (18/2) malam.

"Berdasarkan hasil lidik dan informasi dari masyarakat, pelaku berada di Jalan PDAM Tirtanadi Sunggal. Selanjutnya, personel Unit Reskrim bergerak menuju TKP dan berhasil mengamankan pelaku," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi pencurian itu dilakukannya bersama temannya, B. Lalu, motor korban itu dijual pelaku ke seseorang di daerah Kelurahan Sidomulyo seharga Rp 3,5 juta.

"Hasil penjualan sepeda motor tersebut, pelaku (Hendra) mendapat bagian sebesar Rp 1,7 juta dan teman pelaku mendapat bagian sebesar Rp 1,8 juta. Uang pembagian tersebut telah habis digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari hari," pungkasnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Ipda Jacky Alexsi Marpaung mengatakan bahwa korban juga merupakan kepala sekolah di Bharlind School itu. "Iya, benar (kepsek)," kata Jacky.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads