Temui Pengurus GAMKI Sumut, Waket DPRD Tapteng Minta Maaf soal Penghinaan

Temui Pengurus GAMKI Sumut, Waket DPRD Tapteng Minta Maaf soal Penghinaan

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 21 Feb 2026 10:01 WIB
Waket DPRD Tapteng Joneri Sihite bertemu dengan Ketua GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu dan pengurus lainnya untuk minta maaf
Waket DPRD Tapteng Joneri Sihite bertemu dengan Ketua GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu dan pengurus lainnya untuk menyampaikan permintaan maaf soal rekaman suara (Nizar Aldi/detikSumut)
Medan -

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Joneri Sihite akhirnya mengakui jika rekaman soal dugaan menghina GAMKI merupakan suaranya. Joneri akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar GAMKI.

Joneri menemui langsung pengurus GAMKI Sumut di salah satu kafe di Kota Medan, Jumat (20/2/2026) malam. Ketua GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu bersama sejumlah pengurus terlihat saling mengklarifikasi pernyataan di rekaman itu kepada Joneri.

Kedua belah pihak terlihat saling memaafkan dan bersalaman di momen tersebut. Joneri kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka atas ucapan yang ia sebut karena sedang emosi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya datang ke sini dengan niat baik, dengan ketulusan hati untuk bersilaturahmi. Di mana sebelumnya ada rekaman latar belakangnya di dalam ruangan, maka di situ ada direkam, karena saya situasi kondisi tensi atau emosi, ada bahasa mengecilkan GAMKI. Untuk itu dengan hati yang paling dalam saya meminta maaf kepada keluarga besar GAMKI, khususnya untuk Sumatera Utara dan seluruh Indonesia," kata Joneri Sihite, Jumat (20/2/2026) malam.

Joneri menyebutkan jika peristiwa ini menjadi introspeksi bagi dirinya sehingga lebih hati-hati dalam berucap. Terutama yang bisa menyinggung orang lain maupun sebuah organisasi.

ADVERTISEMENT

"Semoga ini sebagai introspeksi diri saya ke depan supaya lebih berhati-hati membuat suatu atau bahasa-bahasa yang bisa menyinggung organisasi atau orang lain. Semoga ini menjadi silaturahmi yang lebih baik ke depan untuk keluarga GAMKI," sebutnya.

Dalam pertemuan itu terkuak soal Joneri melaporkan seseorang yang merekam ucapannya itu. Dengan pertemuan ini, Joneri menuturkan tidak akan memperpanjang kasus tersebut di ranah hukum.

"Yang berkaitan dengan hal yang lain yang tentang lapor melapor mungkin sampai di situlah itu, mungkin nggak perlu dikembangkan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, beredar sebuah rekaman yang diduga suara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapteng berinisial JS menghina organisasi GAMKI. Ketua GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu pun mendesak agar JS meminta maaf.

Dalam rekaman suara yang didengar, Jumat (13/2), JS sedang berbincang dengan seseorang. Dalam rekaman itu, dia menilai GAMKI kecil jika dibandingkan dengan Golkar.

"Kalau mereka itu anggota GAMKI, ya itu GAMKI kecilnya cuma segini itu sama Golkar itu, kelompok saya HMI," kata JS dalam rekaman itu.

Merespons hal itu, Swangro menyayangkan adanya dugaan penghinaan GAMKI yang dilakukan oleh JS. Apalagi JS merupakan pimpinan DPRD.

"Menyayangkan lah yang disampaikannya begitu, dia kan berorganisasi juga, organisasinya Golkar lah kita bilang, ketua lagi, dia Wakil Ketua DPRD, artinya dia perwakilan rakyat, sebenarnya dia yang begitu-begitu ngapain dia menghina organisasi kita katakanlah GAMKI," kata Swangro Lumbanbatu saat dihubungi.

Sehingga Swangro mendesak JS meminta maaf atas pernyataan itu. Pihaknya bakal menunggu beberapa hari ke depan.

"Intinya kalau bisa dia tarik bahasanya dan dia minta maaf, kalau dia nggak minta maaf ya kita tunggu aja beberapa hari ini," tuturnya.




(nkm/nkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads