Tragis, Petani di Sumsel Tewas Dibacok Anak Tiri

Regional

Tragis, Petani di Sumsel Tewas Dibacok Anak Tiri

Welly Jasrial Tanjung - detikSumut
Kamis, 19 Feb 2026 13:51 WIB
 Petani di Sumsel tewas dibacok anak tiri
Ilustrasi. (Foto: detik).
PALI -

Petani bernama Nurdin (59) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan (Sumsel), tewas usai dibacok anak tirinya inisial RH (29). Peristiwa itu terjadi diduga dipicu rasa kekecewaan pelaku terhadap korban terkait penjualan emas dan pembagian uang.

Melansir detikSumbagsel, pembacokan tersebut terjadi di rumah mereka Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, PALI, Sumatera Selatan, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

"Benar kejadian tersebut terjadi pada Selasa (17/2/22026) yang dilakukan oleh anak tiri terhadap ayahnya hingga korban meregang nyawa," ujar Kasat Reskrim PALI AKP Nasron Junaidi, Kamis (19/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku membacok ayah tirinya pakai senjata tajam (sajam) jenis parang hingga mengakibatkan luka bacok di punggung kiri, punggung kanan, leher belakang, telinga kanan, dan kepala sebelah kanan.

ADVERTISEMENT

"Akibat insiden tersebut korban dinyatakan meninggal dunia saat akan diberikan pertolongan Puskesmas Simpang Babat," ujarnya.

Nasron mengatakan saat ini pelaku sudah diamankan di Polres dan masih dilakukan pemeriksaan. Dia menyebut pihaknya memastikan bahwa proses hukum berjalan tuntas.

"Kita memastikan proses hukum berjalan tuntas, sementara masyarakat diimbau untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, peristiwa tersebut berawal dari persoalan uang hasil penjualan emas dan utang piutang dalam lingkup keluarga mereka.

Pelaku memanggil kedua orang tuanya dari kebun yang letaknya tak jauh dari rumah. Di hadapan istri dan anak pelaku, terjadi pembicaraan mengenai sisa uang sebesar Rp 2,4 juta dari penjualan emas.

Dari jumlah uang itu, Rp 1 juta disimpan, sementara Rp 1,4 juta digunakan untuk menebus sepeda motor yang sebelumnya digadaikan oleh pelaku.

Kemudian, ketegangan memuncak ketika pelaku mempertanyakan keberadaan sepeda motor yang sudah ditebus tersebut yang tidak bisa ia gunakan. Dalam suasana yang memanas, korban disebut menggebrak meja dan melontarkan kata-kata keras.

"Situasi yang awalnya hanya percekcokan berubah menjadi kekerasan," ujarnya.

Terkait motif sementara, terungkap adalah rasa tidak senang dan kekecewaan pelaku terkait persoalan utang serta pengelolaan uang hasil penjualan emas.

"Untuk korban sudah dikebumikan kemarin (Rabu). Kami juga mengimbau warga untuk tidak terprovokasi akibat aksi tersebut," ujarnya.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads