Puluhan bocah perempuan yang masih duduk di bangku SD diduga menjadi korban pencabulan seorang kakek pedagang berinisial L (65) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Usai dugaan pencabulan itu terungkap, L pun diamankan petugas kepolisian dan pemerintah desa setempat.
Kepala dusun setempat bernama Zulfan mengatakan dirinya awalnya dihubungi oleh kepala sekolah tempat para korban bersekolah dan memberitahu soal dugaan pencabulan itu, kemarin pagi. Usai menerima informasi itu, Zulfan pun langsung menuju sekolah tersebut.
"Saya ditelepon sama kepala sekolah, katanya (kepala sekolah) ada kasus dugaan kejahatan seksual," kata Zulfan saat dikonfirmasi detikSumut, Jumat (6/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulfan mengatakan di lokasi tersebut ada 3 sekolah SD yang berada di areal yang sama. Setibanya di lokasi, Zulfan menemukan sudah ramai guru dan warga yang berkumpul. Peristiwa itu terungkap usai ada korban yang menceritakan soal dugaan pecabulan yang dialaminya.
Dia menyebut awalnya kakek tersebut tidak mengakui soal dugaan pencabulan itu. Namun, setelah diinterogasi lebih lanjut, L pun mengakui telah melakukan aksi, seperti menyibak rok para korban, mencium bibirnya dan memangkunya.
Selain itu, kata Zulfan, di handphone L juga ditemukan foto-foto korban. Berdasarkan pencatatan, hingga kemarin ada sekira 15-20 orang anak yang menjadi korban terduga pelaku.
"Kurang saya lihat di situ ada 15 sampai 20 orang gitu. Iming-imingnya uang Rp 2 ribuan gitu," jelasnya.
Zulfan mengatakan kakek ini berjualan, seperti alat tulis, bando dan yang lainnya, tak jauh dari SD tersebut. Pada saat perbuataan terduga pelaku itu terungkap, L kebetulan juga tengah berjualan.
Alhasil, untuk menghindari adanya amukan massa, Zulfan pun membawa L menuju kantor desa. Setelah itu, Zulfan menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengamankan kakek tersebut.
Belakangan, kata Zulfan, L dibawa ke Polrestabes Medan.
"Di lokasi sudah ramai massa, saya takut terjadi yang nggak diinginkan. Saya amankan beliau itu ke kantor desa bersama pihak guru. Setelah itu, saya telepon Pak Babinsa, Bhabinkamtibmas supaya meluncurlah ke kantor desa. Selebihnya itu, kami enggak tahu karena kan ini sudah ditangani sama PPA kabupaten sama pihak kepolisian," pungkasnya.
Kasi Humas Polsek Medan Tembung Aiptu sit Jhon Milala mengatakan pihaknya awalnya memang dihubungi oleh pemerintah desa. Usai mendapatkan informasi itu, petugas kepolisian pun turun ke lokasi.
Setelah itu, kakek tersebut diamankan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan.
"Karena itu kan Perlindungan Perempuan dan Anak jadi dilimpahkan ke PPA Polrestabes. Jadi, di sana yang mengamankan," kata Sir Jhon saat dikonfirmasi detikSumut.
Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya saat mengamankan kakek tersebut, ada lebih dari 10 orang yang diduga menjadi korban pencabulan. Anak SD ini diduga diiming-imingi dengan uang jajan.
"Kalau menurut yang dicatat itu lebih dari 10 (orang), mungkin nanti pengembangan lagi dari PPA. (Informasinya) ada yang dipeluk, dicium, dipegang tangannya, dipangku sama dijanjiin uang jajan," pungkasnya.
Simak Video "Video Ponpes di Pati Ditutup Buntut Kasus Dugaan Pencabulan "
[Gambas:Video 20detik]
(fnr/mjy)











































