Deretan Fakta Pedagang Baju Dibunuh Perampok Modus Pura-Pura Beli di Karo

Deretan Fakta Pedagang Baju Dibunuh Perampok Modus Pura-Pura Beli di Karo

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 29 Agu 2025 12:41 WIB
Tampang pelaku WS saat diamankan petugas kepolisian. (dok. Istimewa)
Foto: Tampang pelaku WS saat diamankan petugas kepolisian. (dok. Istimewa)
Karo -

Seorang janda yang berprofesi sebagai pedagang baju inisial LS (46) ditemukan tewas mengenaskan di kios miliknya di Pajak Buah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Belakangan diketahui bahwa korban ternyata dibunuh oleh perampok.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/8/2025) malam. Penemuan jasad korban pun menggegerkan warga sekitar. Saat ini, petugas kepolisian telah menangkap pelaku tunggal berinisial WS (27) di Kabupaten Samosir pada Rabu (27/8).

Berikut detikSumut rangkum fakta-fakta terkait kasus pembunuhan itu:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Modus Pura-pura Membeli

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Eriks Raydikson Nainggolan mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 22.55 WIB. Saat kejadian, toko baju korban masih buka.

Lalu, pelaku datang dengan berpura-pura membeli. Saat korban hendak mengambil baju yang ingin dibeli, pelaku langsung menusuk korban hingga tewas.

ADVERTISEMENT

"Dia pura pura membeli, ditusuklah, ditusuk belakang, ada tusukan di depan juga," kata Eriks saat dikonfirmasi detikSumut, Kamis (28/8).

2. Pelaku Ambil Uang

Eriks menyebut pelaku mengambil uang dan emas korban. Perwira pertama polri itu belum memerinci jumlah uang dan emas yang diambil pelaku. Namun, kata Eriks, emas korban tersebut bukan emas asli, sehingga tidak laku dijual.

"(Dicuri) uang dan emas, emas dia mencoba menjual, tapi bukan asli, tidak bisa dijual," jelasnya.

3. Korban Alami 7 Tusukan

Total ada 7 tusukan yang dialami korban. Tusukan itu terdapat di bagian depan punggung korban.

"Jadi, totalnya 7 tusukan, di badan semua, dia (korban) ngambil baju itu kalau saya perkirakan," sebut Eriks.

4. Pelaku Tusuk Korban dalam 2 Menit

Eriks menyebut pelaku hanya butuh waktu 2 menit untuk menusuk korban. Setelah membunuh korban, pelaku menggeser tubuh korban ke bagian dalam kios agar tidak terlihat warga.

Lalu, pelaku mengambil uang dan emas palsu korban. Kemudian, pelaku pergi melarikan diri.

"Dalam waktu 2 menit saja di menusuk itu, habis itu dia langsung lari. Jadi, dari TKP pembunuhan si korban itu bukan di situ titiknya, jadi agak di depan, dia (pelaku) geser ke celah-celah meja. Jadi, dia menyembunyikannya ketika meninggal, dia geser, ditutupi meja, jadi nggak kelihatan," sebutnya.

5. Jasad Korban Ditemukan Pacar

Saat kabur tersebut, pelaku membiarkan kios korban dalam kondisi terbuka. Selang beberapa waktu, pacar korban datang ke kios tersebut dan menemukan korban sudah dalam kondisi tewas.

Lalu, penemuan jasad korban itu pun diberitahu ke warga sekitar hingga diteruskan ke pihak kepolisian.

"Pacar si korban yang menemukan pertama kali, dia ngasih tahu ke teman-temannya, bahwasanya pacarnya meninggal, baru dibuat laporan. Memang ditemukan sudah tewas. Pelaku tunggal, hanya dia (WS)," pungkasnya.

6. Pelaku Ngaku Butuh Uang untuk Lahiran Istri

Pelaku mengaku nekat merampok korban karena membutuhkan uang untuk biaya istrinya melahirkan.

"(Motifnya) butuh uang untuk lahiran istrinya keterangannya (pelaku)," kata Eriks.

Eriks menyebut istri pelaku tinggal di kampung halamannya di Kabupaten Samosir, sementara pelaku merantau ke Karo dan bekerja serabutan. Saat petugas kepolisian mengamankan pelaku di Samosir, pihaknya memang melihat bahwa istri korban sedang dalam keadaan hamil.




(afb/afb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads