Ternyata Polisi Penganiaya Nakes RS Bandung Berjumlah 7 Orang

Ternyata Polisi Penganiaya Nakes RS Bandung Berjumlah 7 Orang

Datuk Haris Molana - detikSumut
Kamis, 10 Nov 2022 22:20 WIB
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra  (Datuk Haris Molana/detikSumut)
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra (Datuk Haris Molana/detikSumut)
Medan -

Polda Sumut memperbaharui jumlah oknum polisi yang terlibat penyerangan dan penganiayaan sekuriti dan nakes RS Bandung Medan. Ada tujuh polisi yang terlibat aksi anarkis itu, mereka semua telah ditempatkan di tempat khusus (patsus).

"Tujuh (yang) di patsus," ujar Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak di Medan, Kamis (10/11/2022). Sebelumnya oknum polisi yang disebut terlibat hanya lima orang.

Adapun identitas ketujuh oknum itu adalah Bripda TI, Bripda JAH, Bripda ALP, Bripda M F, Bripda PF, Bripda Y A dan Bripda DS.

Kasus ini pertama kali diungkap oleh anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto. Politisi PDIP itu menyebut ada segerombolan oknum polisi yang menyerang RS Bandung di Jalan Mistar Medan.

RS Bandung sendiri milik Bendahara PDIP Sumut, Meirahta Sitepu. Rudy mengatakan aksi anarkis segerombolan orang yang menyerang RS Bandung terjadi pada Minggu (6/11) pagi.

"Tadi pagi, subuh, kami mendapatkan kabar adanya penyerangan sekelompok oknum gerombolan manusia yang mendatangi rumah sakit ini, mengganggu, dan memukuli," kata Rudy dalam video yang diterima detikSumut, Minggu (6/11). Pernyataan dari Rudy ini sudah mendapatkan izin untuk dikutip.

Dalam video itu, Rudy sedang bersama sejumlah orang yang diduga menjadi korban penyerangan. Dia mengatakan ada dokter yang luka-luka karena menjadi korban dalam peristiwa itu.

"Adik ini saksi, pegawai atau paramedis, ada juga saya dengar dokter yang dipukuli," sebut Rudy.

Rudy pun menyampaikan kecamannya terhadap peristiwa ini. Dia menyebut, tidak seharusnya terjadi penyerangan di rumah sakit.

"Pada situasi yang sangat menyeramkan atau situasi perang sekalipun rumah sakit adalah tempat yang tidak boleh dilakukan penyerangan oleh siapapun, perang sekalipun," tutur Rudy.



Simak Video "Kapolda Sumut Geram ke Apin BK Buntut Nama Terseret Konsorsium 303"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/astj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT