Aipda AL Ngaku 10 Kali Berzinah dengan Istri Anggota TNI Selingkuhannya

Jawa Tengah

Aipda AL Ngaku 10 Kali Berzinah dengan Istri Anggota TNI Selingkuhannya

Tim detikJateng - detikSumut
Rabu, 09 Nov 2022 13:47 WIB
Kapolres Purworejo melucuti pakaian dinas Aipda AL dalam upacara PTDH Aipda AL di Mapolres Purworejo, Selasa (8/11/2022)
Kapolres Purworejo melucuti pakaian dinas Aipda AL dalam upacara PTDH Aipda AL di Mapolres Purworejo, Selasa (8/11/2022). (Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng)
Purworejo -

Seorang anggota polisi di Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) Aipda Aziz Lupi (AL) dipecat karena berselingkuh dengan istri anggota TNI. Dia mengaku sudah 10 kali berzina dengan istri Sertu A itu.

"Dia mengakui, telah melakukan perzinahan 10 kali," kata Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Purbaja, dilansir dari detikJateng, Selasa (8/11/2022).

Aipda AL sendiri resmi dipecat, Selasa kemarin. Purbaja memimpin langsung upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) oknum polisi itu.


Aipda AL dipecat dari anggota Polri setelah bandingnya ditolak. Kasus pelanggaran etik itu diproses di Propam Polda Jateng hingga akhirnya Aipda AL mengajukan banding. Putusan banding itu ditolak pada Senin (7/11) dan akhirnya Aipda Aziz dinyatakan dipecat dari Polri.

"Putusan pertama bulan April di-PTDH kemudian yang bersangkutan mengajukan banding dan bandingnya ditolak," terang dia.

Adapun kasus perselingkuhan itu terkuak pada Februari 2022 lalu. Kala itu Aipda AL dan istri Sertu A digerebek warga dan diserahkan ke Polres Purworejo.

Sertu A lantas curhat melalui video yang diunggahnya di media sosial. Dalam video itu, Sertu A mengaku istrinya dibujuk rayu untuk melakukan perselingkuhan oleh oknum polisi.

Sertu A mengungkapkan keluh kesahnya dengan kalimat emosional tapi tidak diungkap dengan nada tinggi. Ia menilai oknum polisi itu telah merusak keluarga dan instansinya. Sertu A meminta Aipda AL dipecat dari kepolisian.

Sementara penanganan kasus pidana perselingkuhan ini masih terus berproses. Kasus ini kini berproses di kejaksaan.

"Untuk sanksi pidana ada yaitu perzinahan yang dilakukan yang bersangkutan di tanggal 7 September 2022 dan ini sedang diproses sudah tahap satu di kejaksaan. Apabila berkas itu sudah P-21 maka yang bersangkutan akan kita kirim bersama barang bukti ke kejaksaan," pungkanya.



Simak Video "Langkah Polda Jateng Sambut 8,7 Juta Kendaraan Saat Nataru"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)