Kepulauan Riau

Bea Cukai Dalami Pencucian Uang di Tanker MT Zakira yang Ditangkap di Kepri

Alamudin Hamapu - detikSumut
Rabu, 05 Okt 2022 15:25 WIB
Kapal tanker MT Zakira yang ditangkap di perairan Kepri.
Kapal tanker MT Zakira yang ditangkap di perairan Kepri. (Foto: Alamudin Hamapu/detikSumut)
Batam -

Direktorat Jenderal Bea Cukai akan mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas penangkapan kapal MT Zakira. Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya mengamankan kapal MT Zakira bermuatan 629,3 kilo liter minyak solar High Speed Diesel (HSD) di perairan Karimun Besar, Kepri pada Minggu (20/9) lalu.

"Akan didalami tindak pidana pencucian uang (TPPU) seperti pengungkapan kasus penyelundupan rokok beberapa waktu lalu," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani, Rabu (5/10/2022).

"Kapal MT Zakira ini memasukan BBM tanpa dokumen kepabeanan yang mereka dapatkan dari ship to ship di perairan internasional kemudian dibawa ke perairan Kepri, Indonesia," tambahnya.


Askolani menyebutkan kapal Tanker MT Zakira merupakan kapal berbendera Indonesia. Dari hasil penghitungan penyidik Bea Cukai diketahui estimasi nilai BBM tersebut sebesar Rp 7,36 miliar Potensi keuangan negara yang diselamatkan dari pengungkapan itu sebesar Rp 1,36 miliar.

"Ada dua orang yang ditetapkan penyidik sebagai tersangka yakni AZ dan MI yang masing-masing bertugas sebagai juru mudi dan nahkoda kapal. Untuk keterlibatan pelaku lainnya masih didalami penyidik. Untuk kapal MT Zakira saat ini berada di pelabuhan Bakamla," ujarnya.

Bea Cukai Batam juga mendapatkan pelimpahan penanganan kapal Kapal Tanker MT Blue Stars 8 GT 296 berbendera Equatorial Guinea. Kapal tersebut diamankan oleh pos Bakamla Batam. Kapal itu tersebut bermuatan 87,484 kilo liter BBM jenis solar murni (B0).

"Kapal tersebut ditangkap di Perairan Selat Singapura, Batam, Kepri.di koordinat 010-14'-30" N - 1030-59'-12" E pada tanggal 26 Agustus 2022 yang diduga mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest," jelas Askolani.

Penangkapan MT Blue Star 08, penyidik Bea Cukai Batam menetapkan dua orang tersangka berinisial ZA dan AS selaku nahkoda dan bosun kapal.

Barang bukti dan para tersangka MT Blue Star 8 telah diamankan oleh Bakamla pada 2 September 2022. Estimasi nilai barang dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 1,023m miliar dengan kerugian negara mencapai Rp189,35 juta.



Simak Video "Dua Pria Saling Ribut Pakai Pisau Daging di Tanjungpinang"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)