Begini Kronologi Penangkapan MT Zakira oleh Bea Cukai Batam

Kepulauan Riau

Begini Kronologi Penangkapan MT Zakira oleh Bea Cukai Batam

Alamudin Hamapu - detikSumut
Selasa, 27 Sep 2022 22:31 WIB
Kapal Tanker MT Zakira bermuatan 600 ribu liter minyak solar High Speed Diesel (HSD) diamankan Bea Cukai Batam. Dokumen Bea Cukai Batam)
Kapal Tanker MT Zakira bermuatan 600 ribu liter minyak solar High Speed Diesel (HSD) diamankan Bea Cukai Batam. Dokumen Bea Cukai Batam)
Batam -

Bea Cukai Batam menangkap Kapal Tanker MT Zakira bermuatan 600.000 liter minyak solar High Speed Diesel (HSD). Kapal Tanker itu diamankan saat memasuki Perairan Karimun, Kepulauan Riau, Minggu (25/9/2022) lalu. MT Zakira sebelum ditangkap di perairan Kabupaten Karimun, Bea Cukai Batam sempat mencurigai dan memeriksa kapal tersebut di perairan Karang Galang.

"Kronologi penangkapan bermula Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya mendapatkan informasi bahwa akan ada kapal tanker dari Tanjung Uncang, Batam yang diduga bermuatan minyak menuju keluar daerah pabean tanpa dokumen," kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Rizki Baidillah, Selasa (27/9/2022).

Rizki Baidillah menambahkan bahwa Petugas melakukan pengejaran kapal tanker tersebut hingga di perairan Karang Galang. Lalu dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan, kapal tanker tersebut nihil cargo dengan tujuan clearance/port destination dari Batam tujuan Probolinggo.


Bea Cukai Batam usai pemeriksaan kapal tanker tersebut masih melakukan pemantauan radar terhadap MT Zakira. Pemantauan Bea Cukai Batam terhadap kapal tanker tersebut dilakukan selama lima hari yakni dari 20 September 2022 hingga 25 September 2022.

"Melalui pemantauan radar, MT Zakira berada pada posisi sebelah timur Teluk Penawar perairan Malaysia, dan terpantau banyak kapal mendekat ke kapal tanker tersebut, dan diduga melakukan Ship-to-Ship minyak solar HSD secara ilegal," ujarnya.

MT Zakira terpantau oleh Bea Cukai bergerak dan aktif mengarah haluan ke barat dari Pengerang dan masuk jalur perairan Malaysia dan Singapura. Setelah memasuki perairan Indonesia tepatnya di perairan Pulau Karimun Besar, Kepri diamankan oleh Bea Cukai Batam.

"Hasil pemeriksaan berdasarkan keterangan nakhoda, kapal tanker itu membawa muatan 600 kilo liter minyak solar HSD berasal dari ship-to-ship di perairan Malaysia dan tidak dilengkapi dokumen impor yang akan dibawa ke Tanjung Balai Karimun," tambah Rizki.

Untuk pemeriksaan Kapal MT Zakira saat ini berada di perairan Batam melakukan labuh jangkar di perairan Pulau Janda Berhias. Hal itu guna mempermudah penyidik Bea Cukai melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan sementara berdasarkan keterangan para saksi, penyidik menetapkan dua orang tersangka berinisial MI dan AZ. MI selaku nakhoda dan AZ selaku juru mudi kapal MT Zakira," ujarnya.



Simak Video "Heboh Pegawai Bea Cukai Jambi Digerebek Istri Ngamar Bareng Wanita Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)