Dipolisikan PDIP, Stafsus Gubernur Kepri Minta Maaf

Kepulauan Riau

Dipolisikan PDIP, Stafsus Gubernur Kepri Minta Maaf

Alamudin Hamapu - detikSumut
Jumat, 30 Sep 2022 19:00 WIB
Pengurus PDIP Kepri melaporkan staf khusus Gubernur Kepri ke Polda.
Pengurus PDIP Kepri usai membuat lapordan di Polda Kepri. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Batam -

Stafsus Gubernur Kepri Sarafudin Aluan dipolisikan karena dianggap menghina PDIP melalui pesan WhatsApp. Sarafuddin pun kemudian menyampaikan permohonan maaf.

"Saya meneruskan berita yang sudah sekian banyak diteruskan. Tidak ada satu kata pun saya tambah setelah saya konfirmasi ke KPK dan diklarifikasi informasi tersebut bahwa tidak ada penangkapan," kata dia ketika dimintai konfirmasi, Jumat (30/9/2022).

Sarafudin mengaku tidak sengaja meneruskan pesan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan pengurus DPD PDIP Kepri


"Saya kirim (pesan) itu jam 14.30 WIB. Kemudian KPK klarifikasi di jam 15.45 WIB kemarin. Untuk itu karena ini sudah diklarifikasi oleh KPK maka saya maka mohon maaf. Karena berita itu adalah berita yang sebelumnya diteruskan banyak orang. Saya terkejut juga. Karena saya juga sedang balas di grup itu, refleks juga. Tertekan mau hapus sudah tak bisa," katanya.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada sahabat saya Soerya Respationo, Lis Darmansyah, Jumaga Nadeak, tidak ada niat sama sekali untuk menghina.Itu bukan ketikan saya, satu kalimat pun tidak ada. Satu kata pun tidak ada. Itu dari orang. Itu tertekan tanpa sengaja terkirim ke grup. Itu refleks. Itu muncul saya juga lupa itu dari grup tersebut atau pesan dari grup lainnya.Saya mohon maaf kepada sekjen PDIP Hasto Kristiyanto karena objek tersebut," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengurus PDIP Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan Sarafudin Aruan ke Polda Kepri karena dinilai menghina dan mencemarkan nama baik partai serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sarafuddin diketahui merupakan stafsus Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

"Laporan terkait penyebarluasan berita tidak benar. Karena kami menduga Sarafudin Aluan menyebar berita bohong dan fitnah," kata Sekretaris DPD PDIP Kepri, Lis Darmansyah, Jumat (30/9/2022).

Lis menyebutkan Sarafuddin Aluan diduga melanggar UU ITE karena menyebarkan informasi bohong di media sosial yakni di grup WhatsApp dan Facebook pribadi milik Syarifudin.

Lewat tangkapan layar percakapan di salah satu grup WhatsApp yang diperlihatkan pengurus PDIP Kepri, di sana tertulis 'KPK melakukan tangkap tangan Hasto Kristiyanto. KPK menemukan uang sebesar Rp 50 M. Kalau bener. Mencret nih si Hasto. PDIP contoh preseden buruk partai dalam korupsi'.

Lis menegaskan, apa yang disebarkan oleh Sarafudin tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap partai dan Sekjen PDIP.

"Pak Hasto jika disebut pribadi tak masalah, ini disebut sebagai sekjen partai. Beliau ada pejabat utama partai PDIP. Serta yang bersangkutan juga diduga memfitnah PDIP," tambah Lis.



Simak Video "Puluhan Orang Lemas dan Pingsan Berdesakan di Bursa Kerja Batam"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)