7 Jenderal BNN Turun Tangan Musnahkan Ladang Ganja di Aceh Besar

Aceh

7 Jenderal BNN Turun Tangan Musnahkan Ladang Ganja di Aceh Besar

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 29 Sep 2022 17:28 WIB
BNN musnahkan ladang ganja di Aceh Besar.
BNN musnahkan ladang ganja di Aceh Besar. (Foto: Agus Setyadi/detikSumut)
Aceh Besar -

Badan Narkotika Nasional (BBN) menemukan tujuh hektare ladang ganja siap panen di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Aceh. Tujuh jenderal di BNN turun tangan mencabut dan membakar ganja tersebut.

Pantauan detikSumut, lokasi ladang ganja yang ditemukan itu terbilang jauh dari pemukiman masyarakat Meureu, Indrapuri. Untuk ke sana, tim gabungan harus mengendarai mobil sekitar satu jam dari lapangan sepakbola Desa Meureu.

Ketika tiba di lokasi yang dijadikan tempat parkir, petugas harus berjalan kaki menyusuri hutan sekitar 30 menit untuk mencapai titik pertama. Di sana, ditemukan ladang ganja seluas 2,5 hektare.


Kegiatan pemusnahan ganja itu dipimpin Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Kenedy. Selain Kenedy, ada enam jenderal lain yang ikut ke lokasi.

Mereka adalah Inspektur Utama BNN, Irjen Wahyono, Direktur Narkotika BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan, Direktur TPPU BNN, Brigjen Aldrin Hutabarat, Direktur Tindak Kejar BNN Brigjen I Wayan Sugiri, Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono, serta Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Heru Pranoto.

"Ditemukannya kembali ladang ganja di kawasan Aceh oleh Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, menjadi bukti nyata konsistensi BNN dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia," kata Kenedy kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Menurut Kenedy, di lokasi pertama terdapat sekitar 12.000 batang tanaman dengan ketinggian tanaman 2,5 hingga 3 m, serta 1.000 bibit tanaman ganja siap semai. Lokasi ladang pertama itu terletak pada ketinggian 238 MDPL.

Sementara di lokasi kedua, luas ladang ganja sekitar 4,5 hektare. Di sana, terdapat 24.000 batang ganja dengan tinggi tanaman berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter.

"Total luas dua titik ladang ganja yang telah dimusnahkan mencapai 7 hektare dengan jumlah tanaman36.000 batang dan berat tanaman basah mencapai 17,5 ton," ujarnya.

"Kita berharap dengan adanya pemusnahan ladang ganja ini, masyarakat semakin peduli terhadap aturan perundang-undangan di Indonesia yang melarang dengan tegas kepemilikan, penanaman serta peredaran gelap tanaman ganja yang masuk kedalam jenis narkotika golongan 1," lanjutnya.

Kenedy menjelaskan, penemuan ladang ganja tersebut berawal dari tertangkapnya satu tersangka berinisial N pembawa ganja sebanyak 200 kilogram. Setelah dikembangkan, akhirnya ditemukan dua titik ladang ganja.

Menurutnya, tersangka tersebut ditangkap di kawasan Pidie sekitar sebulan lalu. N masih dilakukan pemeriksaan di BNN Pusat.

"Ganja yang ditemukan ini sudah siap panen. Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait penemuan ladang ganja ini," ujar Kenedy.



Simak Video "2 Hektar Ladang Ganja Siap Panen di Aceh Besar Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)