Lampung

Kejari Bandar Lampung Setor Rp 1,1 M ke Negara Hasil Sitaan TPPU

Tommy Saputra - detikSumut
Kamis, 22 Sep 2022 22:29 WIB
Uang senilai Rp 1,1 miliar disetorkan Kejari Bandar Lampung hasil TPPU Kasus Narkotika (Tommy Saputra/detikSumut)
Uang senilai Rp 1,1 miliar disetorkan Kejari Bandar Lampung hasil TPPU Kasus Narkotika (Tommy Saputra/detikSumut)
Bandar Lampung -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung menyetorkan uang rampasan negara sebesar Rp 1,195 miliar ke Bank Mandiri cabang Cut Mutia, Bandar Lampung. Uang tersebut berasal dari perkara tindak pidana narkotika dengan terpidana Jepri Susandi.

Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Helmi mengatakan penyetoran uang tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor: 3943K/PID.SUS/2021 tertanggal 8 November 2021 atas perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari bisnis narkotika yang dilakukannya. Penyetoran ini dilakukan sebagai bentuk eksekusi atas uang yang diperoleh terpidana dari hasil bisnis sabu terdakwa.

"Jadi berdasarkan putusan tersebut, kami melakukan eksekusi terhadap segala aset milik terdakwa Jepri Susandi. Selain uang ini (Rp 1,195 miliar, ada juga beberapa aset lainnya yakni tanah, emas hingga kendaraan roda empat," ujarnya, Kamis(22/9/2022).


Helmi melanjutkan, tanah-tanah milik terpidana yang ada di beberapa lokasi juga turut disita. "Tanah milik terpidana ini ada di Bandar Lampung, Pesawaran hingga Pandeglang," ujarnya.

Kemudian lanjut dia, untuk aset kendaraan seperti mobil pribadi serta angkot milik terpidana juga akan dilakukan penyitaan untuk kemudian dilelang.

"Aset-aset ini nanti akan disita lalu ditaksir oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk selanjutnya dilelang," terang Helmi.

Berdasarkan hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, terpidana Jefri dijatuhi vonis selama 17 tahun dan denda Rp1 miliar subsider empat bulan penjara.

Terpidana lalu mengajukan kasasi ke MA dengan putusan ditolak dan MA juga memutuskan agar uang dan aset milik terpidana itu dirampas.

Diketahui, Jefri Susandi yang merupakan warga Banten ini menjadi otak pengiriman 41,6 kilogram narkotika jenis sabu ke Provinsi Lampung.

Jefri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.



Simak Video "Suporter Bola Bandar Lampung Gelar Aksi Solidaritas Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)