Kasus Perundungan Siswi di Medan Diupayakan Damai, Pelapor Menolak

Kasus Perundungan Siswi di Medan Diupayakan Damai, Pelapor Menolak

Goklas Wisely - detikSumut
Kamis, 22 Sep 2022 01:00 WIB
Seorang siswi SMP di Medan dipukul dan dijambak teman sekelas di pinggir jalan.
Foto: Istimewa/tangkapan layar
Medan -

Polrestabes Medan masih menyelidiki terkait kasus perundungan yang dialami siswi SMP di Kota Medan. Polisi mengaku sudah berupaya untuk mendamaikan dua pihak di kasus ini, namun pelapornya menolak.

"Tadi kita upayakan untuk melakukan Restorative Justice atau perdamaian. Akan tetapi, pelapor menginginkan agar perkara tersebut tetap dilanjutkan," Kanit PPA Polrestabes Medan AKP Madianta Ginting saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (21/9/2022).

Dia menjelaskan bila nanti didalam proses penyelidikan berlangsung pelapor berubah pikiran, maka ruang untuk Restorative Justice tetap dibuka.


"Untuk sejauh ini proses penyelidikan masih berlangsung. Belum ada penetapan tersangka. Untuk saksi sudah ada beberapa yang dimintai keterangan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, satu video yang merekam aksi perundungan terhadap siswi salah satu SMP negeri di Medan beredar dan viral di media sosial. Polisi pun turun tangan untuk menyelidiki kasus itu.

Dilihat detikSumut, Selasa (20/9/2022), video berdurasi 54 detik itu memperlihatkan seorang siswi berkerudung dijambak dan dipukuli oleh seorang temannya. Pada narasi video yang diunggah akun Instagram @tkpmedan menyebutkan korban berinisial ATS dan diduga pelaku berinisial A.

Aksi perundungan itu terjadi di pinggir jalan. Tampak sejumlah siswi SMP menonton aksi itu. Tak berapa lama, beberapa warga juga menghampiri mereka.

"Kejadian yang dialami korban sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan, Kamis (8/9/2022)," tulis akun tersebut.

"Kakak korban Risksi Ariska mengatakan penganiayaan yang dialami adiknya terjadi Selasa (6/9/2022). Adiknya dianiaya setelah sebelumnya di-bully di dalam kelas oleh A dan kawan-kawannya." Demikiann narasi dalam video itu.

Terkait hal itu, Kanit PPA Polrestabes Medan AKP Madianta Ginting mengatakan telah menerima laporan korban.

"Iya laporan sudah kita terima. Kemarin kita sudah komunikasi, dan korban akan hadir besok ada 21 September 2022 untuk pemeriksaan ditemani pendamping hukum," kata Madianta saat dikonfrimasi detikSumut, Selasa siang.

Dikatakan pihaknya masih mendalami soal kronologis korban. Sehingga pihaknya masih harus memeriksa beberapa saksi untuk mendudukkan perkara yang dialami korban.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)