Aceh

3 Polisi Penganiaya Tahanan hingga Tewas di Aceh Divonis 5 Tahun Penjara

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 16 Sep 2022 15:01 WIB
Hands of the prisoner on a steel lattice close up
Ilustrasi penjara. (Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76)
Banda Aceh -

Tiga anggota Satreskrim Polres Bener Meriah, Aceh, yang didakwa menganiaya tahanan bernama Saifullah hingga tewas divonis masing-masing lima tahun penjara. Kuasa hukum korban kecewa dengan putusan tersebut karena dinilai terlalu ringan.

"Hukumannya masih ringan. Masa korban meninggal dunia, tapi tidak dianggap sebagai penganiayaan berat dan hanya dijatuhi pidana 5 tahun," kata pengacara keluarga korban, Armia SB saat dimintai konfirmasi detikSumut, Jumat (16/9/2022).

Sidang putusan terhadap ketiga terdakwa Hari Yanwar, Chandra Rasiska, dan Dedi Susanto digelar di Pengadilan Negeri (PN) Simpang Tiga Redelong, Kamis (15/9). Ketiganya diadili dalam satu berkas.


Putusan terhadap ketiga terdakwa lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut masing-masing enam tahun penjara. Armia mengatakan, pihaknya kecewa dengan putusan tersebut karena belum memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.

"Seharusnya hukumannya lebih berat, apalagi terdakwa ini merupakan anggota Polri," jelas Armia.

Selain itu, pengacara juga kecewa karena permintaan restitusi untuk keluarga korban tidak dikabulkan. Dia berharap Kejari Bener Meriah tidak ragu untuk melakukan banding.

"Kami berharap agar Pengadilan Tinggi Banda Aceh dapat memperberat hukuman kepada para terdakwa dan mengabulkan tuntutan restitusi bagi korban," jelasnya.

"Dengan vonis 5 tahun penjara itu, kita meminta agar Kapolda Aceh segera melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada oknum anggota Polres Bener Meriah itu," lanjut Armia.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



Simak Video "Gempa M 6,2 di Meulaboh Aceh Tak Berpotensi Tsunami"
[Gambas:Video 20detik]