Kanit Provos Pengubuan Terancam Hukuman Mati

Lampung

Kanit Provos Pengubuan Terancam Hukuman Mati

Tommy Saputra - detikSumut
Rabu, 07 Sep 2022 07:31 WIB
Kanit Provos Polsek Penguburan Aipda Rudi Suryanto ditangkap usai menembak rekannya Aipda Ahmad Karnain. (Foto: Istimewa)
Ps Kanit Provos Polsek Pengubuan, Aipda Rudy Suryanto (Foto: Istimewa)
Bandar Lampung -

Ps Kanit Provos Polsek Pengubuan Aipda Rudy Suryanto terancam hukuman mati. Pasalnya, Rudy sudah terlebih dahulu merencanakan pembunuhan rekannya sesama polisi Aipda Ahmad Karnain.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi menjelaskan Aipda Rudy akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

"Berdasarkan fakta dan hasil pendalaman penyidik saat rekonstruksi digelar, maka pasal yang disangkakan terhadap pelaku, berubah menjadi pasal 340 Junto 338," ujar Doffie, Selasa (6/9/2022).


Doffie mendapati fakta baru tersebut usai kegiatan rekonstruksi peristiwa polisi tembak polisi. Maka dari itu, Ps Kanit Provos Polsek Pengubuan Aipda Rudy terancam pidana hukuman mati.

"Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun," terang Doffie.

Diketahui sebanyak 21 reka adegan di empat lokasi diperagakan oleh tersangka Aipda Rudy Suryanto sebelum dan sesudah menembak Aipda Ahmad Karnain.

Satu persatu adegan dilakukan oleh tersangka Aipda Rudy Suryanto. Dua reka adegan awal dimulai dari Mapolsek Way Pengubuan saat dirinya berpamitan izin pulang lebih dahulu setelah dihubungi oleh istrinya yang mengeluh sakit.

Kemudian dilanjutkan di dua lokasi lainnya yakni kebun sawit dan SPBU. Di dua lokasi ini, Aipda Rudy Suryanto memperagakan tiga adegan, di mana dia sempat melepaskan tembakan satu kali ke atas kebun sawit.

Selanjutnya, adegan inti yakni di rumah korban Aipda Ahmad Karnain. Termasuk adegan menambak korban tepat di dada kirinya.

Doffie menambahkan semula hasil pemeriksaan aksi pembunuhan adalah spontanitas, dan persangkaan awal pasal 338, Namun semua terjadi perubahan setelah hasil pendalaman, ternyata pembunuhan tersebut sudah direncanakan.



Simak Video "Jadi Tersangka, Penembak Polisi di Lampung Terancam 15 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)