Jadi Saksi Sidang Kasus Binomo, Indra Kenz Ngaku Belajar dari Fakarich

Farid Achyadi Siregar - detikSumut
Selasa, 06 Sep 2022 21:00 WIB
Sidang lanjutan kasus Binomo di PN Medan.
Sidang lanjutan kasus Binomo di PN Medan. (Foto: Farid Achyadi/detikSumut)
Medan -

Indra Kesuma alias Indra Kenz dihadirkan jaksa sebagai saksi dalam persidangan kasus investasi bodong Binomo di Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan terdakwa Fakar Suhartami alias Fakarich. Dalam kesaksiannya, Indra Kenz mengaku belajar banyak dari Fakarich untuk bermain aplikasi Binomo.

"Saya mengikuti kelas Fakar untuk menambah wawasan dalam bidang trading," terang Indra dalam sidang virtual, Selasa (6/9/2022).

Indra mengaku saat mulai belajar ia mengikuti kelas Fakar untuk menambah pengetahuannya dibidang trading Binomo agar lebih dalam memahami aplikasi tersebut.


Indra Kenz menyebut sebelum mengikuti kelas Fakar, dirinya sudah mengetahui dan mulai mencoba memahami Binomo lewat beberapa iklan yang ada di channel Youtuber yaitu Qorygore dan Picky Picks.

"Awalnya, saya melihat dari video mereka dalam menit pertama sebelum video utama, sebelum mengikuti kelas terdakwa, saya sudah terlebih dahulu tahu dan mengenal Binomo,"terangnya

Saat mulai belajar Binomo, Indra Kenz mengaku sempat meraih profit. Dia juga sempat membuat beberapa video yang menjelaskan bahwa dirinya mendapat keuntungan dari aplikasi itu.

"Ada konten-konten yang menujukkan saat saya profit," bebernya.

Saat Indra memberikan keterangan, terlihat raut wajah Fakarich sedikit berubah dengan beberapa penjelasan dan pengakuannya di dalam persidangan.

Indra Kenz dan Fakarich sebelumnya sudah ditetapkan sebagai terdakwa pada kasus yang sama.

Indra Kenz sendiri saat ini didakwa dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Lalu, Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ketigas, Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan.

Sementara Fakar Suhartami, guru dariIndra Kenz itu didakwa pasal berlapis mulai dari Undang-Undang ITE, penipuan, dan pencucian uang dan dengan Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 27 Ayat (1) subsider Pasal 45A Ayat (1) juncto Pasal 28 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).



Simak Video "Fakarich Guru Indra Kenz Dituntut 8 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)