Bengkulu

Terdakwa Pemalsuan Dokumen Tewas Dalam Rutan di Bengkulu

Hery Supandi - detikSumut
Sabtu, 13 Agu 2022 13:05 WIB
Tahanan meninggal dalam rutan.
Tahanan meninggal dalam rutan. (Foto: Hery Supandi/detikSumut)
Bengkulu -

Seorang tahanan jaksa terdakwa kasus pemalsuan dokumen dikabarkan meninggal dunia di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bengkulu, Malabro. Diketahui, tahanan tersebut merupakan terdakwa Hudiono Liyanto yang terjerat perkara pemalsuan dokumen proyek pengerjaan SUTET PLTU Pulau Baai Bengkulu.

Kabar meninggalnya terdakwa diinformasikan oleh kuasa hukum Hudiono, Astono Gultum. Dia menyebut, sebelumnya tim kuasa hukum masih masih mengajukan permohonan penangguhan penahanan karena kondisi kesehatan Hudiono.

"Klien kita memiliki riwayat penyakit jantung dan sudah pernah transpalansi ginjal, tapi kita belum mengetahui apa penyebab klien kami meninggal," kata Astono, Sabtu (13/8/2022).


Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Bengkulu, Riswan Supartawinata mengatakan, pihaknya masih menungu keterangan dari jaksa penuntut umum (JPU) soal kelanjutan perkara itu.

"Parkara ini bisa gugur setelah kita menerima surat keterangan dari JPU," kata Riswan.

Hudiono Liyanto sendiri ditahan di rutan itu sejak 11 Agustus lalu. Dia dititipkan jaksa ke sana setelah berkas perkara yang menjeratnya dinyatakan lengkap dan tinggal menunggu persidangan di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Sebelumnya, Unit Tipiter Polres Bengkulu, melakukan penangkapan pelaku tindak pidana Pemalsuan Surat atau Menggunakan Surat Palsu, dengan tersangka Hudiono Liyanto.

Dia dituduh melakukan pemalsuan tanda tangan orang lain dalam dokumen proyek pengerjaan SUTET PLTU Pulau Baai Bengkulu.



Simak Video "Gempa M 5,6 Guncang Bengkulu"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)