Terseret Kasus Sambo, 4 Perwira Polri tambah Daftar Tahanan

Tim detikNews - detikSumut
Sabtu, 13 Agu 2022 10:51 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Rizky AM/detikcom)
Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Rizky AM/detikcom)
Medan -

Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menahan 4 Perwira Menengah (Pamen) terkait pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Empat Pamen tersebut merupakan personel Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya yang saat ini berada di tempat khusus (Patsus). Dari 4 Pamen yang ditahan, 3 diantaranya berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan 1 orang berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kompol).

"Betul (bertambah). Hasil pemeriksaan dan gelar kemarin malam, ditetapkan 4 pamen PMJ (3 AKBP dan 1 Kompol) menjalankan Patsus di Biro Provost Mabes Polri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8/2022).


Dedi menyebut kini total ada 16 polisi yang ditempatkan di Patsus. 6 polisi di Mako Brimob Polri dan 10 polisi di Provost Mabes Polri.

"Jumlah sampai dengan hari ini 16 orang telah ditempatkan di Patsus: 6 orang di Mako dan 10 orang di Provost," ujarnya.

Untuk diketahui, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tewasnya Brigadir J. Selain Ferdy Sambo, tiga tersangka lainnya ialah Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf (KM).

Dalam kasus ini, Bharada E disuruh Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain menyuruh, Irjen Ferdy Sambo juga diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan itu menjadi baku tembak.

Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan.

Ferdy Sambo telah ditahan di Mako Brimob. Pada Kamis kemarin (11/8), dia diperiksa pertama kali setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Saat diambil berita acara pemeriksaan (BAP), Sambo mengaku merencanakan pembunuhan karena Brigadir J melakukan hal yang mencoreng martabat keluarga.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)