Gelapkan Penjualan Kopi Miliaran Rupiah, Ketua AEKI Lampung Ditangkap

Tommy Saputra - detikSumut
Sabtu, 13 Agu 2022 01:26 WIB
Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Juprius dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Lampung pada Jumat (12/8/2022) malam. Foto: Tommy Saputra/detikSumut
Foto: Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Juprius dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Lampung pada Jum'at (12/8/2022) malam. Foto: Tommy Saputra/detikSumut
Bandar Lampung -

Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Juprius ditangkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung. Dia ditangkap karena menggelapkan uang penjualan kopi milik seorang pengusaha sebesar Rp. 1,6 M.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Rosef Effendi dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolda Lampung pada Jum'at (12/8/2022) malam mengatakan pengungkapan ini setelah adanya laporan dari korban yang mengalami kerugian penjualan kopi senilai Rp. 1,6 M.

Adapun kronologi peristiwa ini terjadi di tahun 2017 silam dimana ada perjanjian antara tersangka dengan korban untuk menjual biji kopi.


"Jadi pada tanggal 5 April 2017, korban mengirimkan kopi asker ke gudang milik tersangka sebanyak 59 Ton untuk minta dijualkan dengan harga Rp 1,6 M dan dijanjikan akan dibayar satu bulan. Setelah terjual, tersangka malah menghilang," katanya.

Kenapa baru dilaporkan di tahun 2020 menurut Rosef karena korban memberikan waktu untuk tersangka membayar kerugian tersebut.

"Korban ini memberikan waktu, namun tersangka tidak juga membayar uang tersebut dan malah sempat mencalonkan diri sebagai calon Bupati kabupaten Way Kanan pada pemilu tahun 2020 lalu," ujarnya.

Lantaran kesal dengan perilaku tersangka, korban kemudian melaporkan perbuatannya di tahun 2020.

Rosef menyebutkan selama proses penyelidikan tersangka dinilai tidak kooperatif dengan selalu mangkir dari panggilan penyidik.

"Dua kali surat panggilan tidak diindahkan, kami akhirnya menerbitkan surat penjemputan paksa namun yang bersangkutan juga tidak berada di kediamannya," ungkap dia.

Dikatakan Rosef, sejak 3 Juni 2022 telah ditetapkan dan diterbitkan DPO terhadap dirinya dengan nomor : DPO/33/VI/RES.1.24/2022/Ditreskrimum Polda Lampung.

Tim yang terus berupaya mencari keberadaan Juprius akhirnya berhasil menangkapnya pada 30 Juli 2022 di Bogor.

"Tersangka yang dilakukan penahanan berdasarkan alat bukti sah dan barang bukti yang didapat penyidik terhadap tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Lampung sejak tanggal 31 Juli 2022 Untuk tersangka, dengan persangkaan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 (empat) tahun penjara," imbuh Rosef.

Sementara itu, barang bukti yang diamankan antara lain:

A. 1 lembar nota PT. UPPENAS COMODITIES No. 000211 tangal 05 April 2017 An SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp. 1.629.540.000, tanpa keterangan pembayaran (lampiran nota KIR, Tiket tambang dan Surat Jalan)

B. 1 lembar nota PT. UPPENAS COMODITIES No. 000218 tangal 07 April 2017 An. SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp. 1.321 250.000, dan keterangan pembayaran CEK HL 182720 MANDIRI Tgl 11-09-2017 senilai Rp. 1.000.000.000,- dan menyiahkan tagihan senilai Rp. 321.250.000,- (lampiran Nota KIR, tiket timbang dan Surat Jalan)

C. 1 lembar nota PT. UPPENAS COMODITIES No. 000224 tangal 10 April 2017 atas inisial SP yang berisi penerimaan biji kopi dengan tagihan senilai Rp. 228.030.000,- dan menyisahkan tagihan senilai Rp. 128.030.000,- (lampiran nota KIR, Tiket tambang dan Surat Jalan.

D. 1 lembar fotocopy bonggol CEK Nomor 182720 tanggal 11/09/2017 atas nama SP PJR senilai Rp. 1.000.000.000. E. 1 (satu) boundle rekap pengiriman biji kopi dari SP kepada JP dengan keterangan jumlah pengiriman, nilai per pengiriman/tagihan dan pembayaran.



Simak Video "Pilu Bocah Penjual Keripik di Lampung, Ditipu Pembeli Pakai Uang Palsu"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)