Pekerja Gelapkan Uang Pengusaha Pakan Ternak di Deli Serdang

Goklas Wesly - detikSumut
Jumat, 12 Agu 2022 02:53 WIB
Rudy Wijaya selaku Komisaris PT Rejeki Sumber Jaya saat diwawancarai, Kamis (11/8/2022) (Goklas Wisely).
Foto: Rudy Wijaya selaku Komisaris PT Rejeki Sumber Jaya saat diwawancarai, Kamis (11/8/2022) (Goklas Wisely).
Medan -

Pengusaha pakan ternak di Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang mengaku uangnya digelapkan oleh pekerjanya sendiri sekitar Rp 29 juta. Ia pun mengeluh karena laporannya mandek di Polsek Namorambe.

Rudy Wijaya selaku Komisaris PT Rejeki Sumber Jaya mengatakan abangnya Darwin Wijaya melapor ke Polsek Namorambe pada (4/8/2022) dengan nomor laporan : LP/37/VIII/2022/SU/Tes Ds/Sek Nm.Rambe.

"Laporannya sudah seminggu ini tapi sepertinya belum ada progres. Selain itu, kami juga belum ada dimintai keterangan sebagai saksi," katanya Rudy saat diwawancarai detikSumut Kamis (11/8/2022).


Dia mengatakan pelaku adalah Tuntas Ferikson Sinaga yang merupakan pekerjanya. Rudy menceritakan peristiwa penggelapan uang itu berlangsung pada (3/8/2022).

Awalnya, sekitar pukul 15.00 WIB, Tuntas yang bekerja sebagai sopir bersama Riky sebagai kernet mengantar pakan ternak dengan harga Rp 29 jutaan ke enam toko di daerah Kecamatan Namorambe.

Usai mengantarkan pakan ternak itu, keduanya pun pulang mengarah ke gudang PT Rejeki Sumber Jaya di daerah Delitua. Sekitar pukul 21.00 WIB Tuntas menurunkan Riky di Pajak Delitua.

Sementara Tuntas mengaku ingin menyimpan mobil ke gudang toko sembari memberikan uang hasil distribusi pakan ternak Rp 29 jutaan kepada orang kepercayaan Darwin.

"Rupanya Tuntas ini tidak datang. Padahal biasanya pukul 21.00 WIB dia harus nyetor uang hasil distribusi pakan itu," ujarnya.

Selanjutnya, Tuntas tiba ke gudang toko sekitar pukul 00.00 WIB. Saat itu Tuntas bertemu penjaga gudang dan mengembalikan mobil serta berkas bukti transaksi penjualan pakan ternak. Akan tetapi, Tuntas tidak menyetor uangnya.

Esok harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, pihaknya mengaku heran kenapa Tuntas tidak kunjung masuk kerja. Padahal setiap pukul 07.00 WIB biasanya sudah berada di toko.

Walhasil, seorang pekerja ditugaskan untuk memeriksa Tuntas di kosnya, Gang Kamboja, Kecamatan Delitua. Sewaktu diperiksa, rupanya kos Tuntas sudah tidak berpenghuni.

Didapati penuturan warga sekitar, Tuntas sudah pergi dari kos itu sekitar pukul 05.00 WIB bersama istri dan anaknya menggunakan ojek online. Berangkat dari kejadian itu, pihaknya pun melapor ke Polsek Namorambe.

"Makanya ini kami berharap, pihak kepolisian memberikan respon agar pelaku tidak menimbulkan korban - korban lainnya," tutupnya.

Di samping itu, Kapolsek Namorambe AKP Antonius Ginting membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.

"Ini kita sudah periksa beberapa saksi dan besok akan dilakukan gelar perkara dari proses penyelidikan menjadi penyidikan," ucapnya.



Simak Video "Sarapan Pagi Mengisi Energi untuk Aktivitas Liburan, Sumatera Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)