Riau

Dekan FISIP Unri Bebas di Kasus Pencabulan, Pengacara: Kami Yakin Sejak Awal

Raja Adil Siregar - detikSumut
Kamis, 11 Agu 2022 12:48 WIB
Dekan FISIP Unri tersangka pencabulan ditahan jaksa
Dekan FISIP Unri saat ditahan jaksa. (Foto: Raja Adil Siregar/detikSumut)
Pekanbaru -

Dekan nonaktif Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau, Syafri Harto divonis bebas pada tingkat kasasi. Pengacara menilai Syafri Harto sudah yakin sejak awal kliennya tidak bersalah dan berbuat cabul.

"Pertama kami sampaikan baru tahu dari media. Yang pasti atas putusan itu kami bersyukur dan itu sesuai fakta-fakta hukum di persidangan," terang pengacara Syafri Harto, Dody Fernando, Kamis (11/8/2022).

Selain dari media, Dodi mengaku kliennya sudah memberitahu putusan tersebut. Di mana majelis hakim agung di Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi jaksa.


"Pak Syafri tadi menyampaikan syukur dan terima kasih. Semua sesuai keyakinan Pak Syafri dan kami, sejak awal Pak Syafri tidak salah. Kami berkeyakinan itu," imbuh Dodi.

Karena merasa yakin, Syafri dan pengacara juga mendukung langkah Polda Riau untuk mengusut tuntas. Termasuk agar kasus itu segera naik ke persidangan.

"Kita dari penyidikan sudah kita sampaikan ini kalau dipaksakan naik pasti akan bebas. Ya sudah daripada ini jadi isu, kami dorong untuk kasus ini naik ke pengadilan agar ini bisa terang," kata Dodi.

Dikutip dari detikNews, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi jaksa atas terdakwa Syafri Harto. Alhasil, Dekan nonaktif FISIP Universitas Riau itu bebas murni dari tuduhan asusila terhadap mahasiswinya.

"Tolak," demikian bunyi putusan MA yang dilansir website-nya.

Perkara Nomor 786 K/Pid/2022 diadili oleh ketua majelis Sri Murwahyuni serta dua hakim agung akan menjadi anggota majelis, yaitu hakim Gazalba Saleh dan Prim Haryadi. Putusan itu diketok pada Selasa (9/8) kemarin.

MA belum melansir alasan mengapa menolak kasasi jaksa. Di mana jaksa menuntut 3 tahun penjara atas Syafri Harto.



Simak Video "Kasus Cabul Dekan FISIP Unri Dilimpahkan ke Jaksa"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)