Ini BAP Kombes Anton Setiawan yang Diprotes AKBP Dalizon

Prima Syahbana - detikSumut
Kamis, 11 Agu 2022 07:48 WIB
Sidang kasus dugaan suap terdakwa AKBP Dalizon di PN Tipikor Palembang. Foto. Prima Syahbana/detikSumut
Foto: Sidang kasus dugaan suap terdakwa AKBP Dalizon di PN Tipikor Palembang. Foto. Prima Syahbana/detikSumut
Jakarta -

Sidang dugaan suap di PUPR Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) dengan terdakwa AKBP Dalizon kembali digelar dengan agenda pembaca BAP Kombes Anton Setiawan. Begini isi BAP Anrin yang membuat pihak Dalizon melakukan protes keras.

Diketahui, BAP Kombes Anton dibacakan JPU Kejaksaan Agung (Kejagung RI) dalam sidang virtual di PN Tipikor Palembang, Rabu (10/9/2022). Di BAP itu disebutkan bahwa Anton membantah semua keterangan yang sebelumnya sempat menyudutkannya atas dugaan penghentian penyidikan di Dinas PUPR Kabupaten Muba, yang dilakukan oleh AKBP Dalizon.

"Secara admistrasi, ada yang tidak saya tandatangani karena ada peralihan saya dan Dir (Direktur Krimumsus) sebelumnya. Penghentian (penyidikan) dapat dihentikan dengan gelar perkara dan harus melalui mekanisme. Sepengetahuan saya penghentian penyelidikan oleh Dalizon di dinas PUPR Muba tidak dilakukan gelar perkara, tidak sesuai mekanisme. Saya tidak tahu prosesnya," ucap Jaksa Kejagung membacakan isi pledoi Kombes Anton di persidangan, Rabu (10/9).


Anton, kata JPU, mengaku tidak pernah memerintahkan Dalizon untuk menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi di dinas PUPR Muba, kala itu. Termasuk soal pengamanan proyek di dinas tersebut. Anton juga membantah telah menerima hadiah berupa apapun atas penghentian kasus di Muba itu.

"Tidak ada perintah dari saya menghentikan proses penyidikan termasuk pengamanan proyek dinas PUPR. Saya juga tidak pernah menerima uang, benda atau hadiah apapun terkait proses penghentian perkara di Kabupaten Muba," ujar JPU menyampaikan bantahan Anton.

Bukan hanya Anton, JPU juga membacakan isi BAP bekas anak buah Dalizon, yakni mantan penyidik di Ditreskrimsus Polda Sumsel, Pitoy. Dalam BAP itu, Pitoy pun menyatakan hal serupa terkait pembelaanya, dia membantah telah menerima aliran dana dari Rp 10 miliar yang disebut telah diterima Dalizon atas penghentian kasus di Dinas PUPR Kabupaten Muba tahun 2019.

"Unit kami tidak pernah menangani perkara dinas PUPR Muba. Saksi menjelaskan tidak pernah menerima bagian uang Rp 10 M dari Dalizon yang diberikan Herman Mayori. Diluar itu, ada uang makan dari kanit sebesar kurang lebih Rp 1 juta," sambung JPU menyampaikan isi BAP Pitoy.

Kata JPU, Pitoy mengaku dirinya sama sekali tidak terlibat di kasus dugaan korupsi Dinas PUPR Muba, apalagi sampai mengantarkan uang dalam kardus ke Dalizon. Pitoy, menurutnya, mengaku tidak pernah menerimanya uang ataupun hadiah.

"Jadi Terkait perkara dinas PUPR Muba, tidak pernah menerima uang ataupun hadiah. Tidak pernah tahu perkara dinas PUPR Muba karena tidak dilibatkan dalam penyelidikan. Tidak pernah juga mengantarkan uang satu dus ke ruangan Kombes Pol Anton Setiawan," jelas JPU.



Simak Video "Menteri PUPR Targetkan Tol Mengwi-Gilimanuk Rampung 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)