Riau

Kemenkumham Tambah CCTV Lapas se-Riau Buntut OTK Lempar 2 Kg Ganja

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 09 Agu 2022 17:38 WIB
Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV (Foto: dok. Hikvision)
Pekanbaru -

Pelemparan 2 Kg ganja kering di Lapas Kelas II Pekanbaru, Riau ternyata menjadi perhatian Kementerian Hukum dan HAM. Kini seluruh lapas di Provinsi Riau dipastikan akan ditambah CCTV.

"Kita perlu kita ingat bahwa beberapa hari lalu terjadi upaya penyelundupan ganja di lapas, kita pastinya tidak mau ada barang haram masuk ke dalam lapas di Indonesia," ujar Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Fajar BS Lase di Lapas Kelas II Pekanbaru, Selasa (9/8/2022).

Fajar mengatakan langkah yang diambil petugas sudah tepat. Mengingat berbagai upaya penyelundupan barang haram dan terlarang terus dilakukan oleh orang tidak bertanggungjawab.


Integritas petugas dan bekerja solid dinilai jadi nilai tambah dalam mengamankan lapas. Termasuk sinergi antara petugas di lapangan dan pimpinan.

"Kita tentu apresiasi langkah petugas yang dilakukan dalam pencegahan. Tentunya ini juga perlu diperkuat dengan integritas dari petugas di lapangan. Termasuk mereka tak bisa bekerja sendiri, harus solid," kata Fajar.

Fajar melihat Lapas Kelas II Pekanbaru di Jalan Lembaga Pemasyarakatan tersebut juga tak ideal. Menurutnya, Lapas harus memiliki jarak dengan pemukiman sekitar untuk menjaga keamanan dan pantauan.

"Lokasi lapas itu tidak ideal, yang ideal itu jarak dari pemukiman 9 meter. Tentu kalau begini ya petugas harus ekstra siaga, jadi harus melek terus karena berbagai upaya dilakukan," kata Fajar.

Sementara Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Mhd Jahari Sitepu mengatakan usai kejadian seluruh lapas di Riau diperketat. Termasuk menambah kamera CCTV pada bagian luar lapas.

"Intinya ini semua harus tegak lurus untuk dipantau. Tetapi kan ini semua nanti akan dipasang CCTV supaya bisa memperketat pengawasan," kata Jahari.

Selain CCTV dan pengawasan ketat, Jahari menyebut petugas yang berjaga juga harus punya integritas tinggi. Sebab fasilitas bisa sia-sia apabila petugas tidak 'Merah Putih'.

"Harus sama-sama 'Merah Putih', tak boleh ada penghianat. Tapi nanti akan ditambah CCTV lagi di pos 3, semua ditambah CCTV juga. Saya sudah ingatkan jangan ada lagi berkhianat, ada main-main kita tindak, tapi kalau berprestasi kami apresiasi," katanya.

Terakhir, Jahari memastikan petugas telah memeriksa seluruh warga binaan setelah penemuan tersebut. Bahkan pihaknya tak main-main jika terbukti ada yang terlibat.

"Saya sudah tegaskan, kalau ada terbukti kita pidahkan ke Nusa Kambangan sana. Ini resiko," kata Jahari.

Sebelumnya, upaya penyelundupan ganja ke dalam Lapas Kelas II Pekanbaru terjadi, Minggu (7/8) pukul 21.50 WIB. Upaya itu terungkap oleh petugas Pos Tinggi 3 yang mendengar bunyi barang jatuh di wilayah kerjanya.

Setelah mengecek langsung ke sumber bunyi, petugas menemukan adanya dua paket bungkusan. Setelah diperiksa, tim menemukan narkoba jenis ganja.

Paket ganja seberat 2 kg diduga dilempar dari luar lapas. Petugas yang menemukan paket tersebut kemudian melaporkan hasil temuannya kepada atasan. Termasuk melapor pada Kepala Lapas Pekanbaru, Sapto Winarno dan Kepala Devisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Mulyadi.

Sekitar pukul 22.20 WIB, Kadivpas Riau, Kalapas Pekanbaru dan Kepala Kesatuan Pengaman Lenbaga Pemasyarakatan mengecek lokasi temuan. Benar saja, dua paket ganja ditemukan di ruang yang tak bisa diakses warga binaan.



Simak Video "Warga di Pekanbaru Cekcok Gegara Gangguan Suara Toa Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)