Terlibat Peredaran 9.206 Ekstasi, Nelayan di Labuhanbatu Ditangkap

Ahmad Fauzi Manik - detikSumut
Kamis, 04 Agu 2022 11:18 WIB
Tiga pria ditangkap terlibat peredaran pil ekstasi di Labuhanbatu.
Tiga pria ditangkap terlibat peredaran pil ekstasi di Labuhanbatu. (Foto: Dok. Polres Labuhanbatu)
Labuhanbatu -

Polisi menangkap tiga pengedar pil ekstasi di Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut). Dari komplotan ini polisi berhasil menyita 9.206 butir pil ekstasi.

"Awalnya kita menangkap seorang pelaku di jalan lintas Tanjung Sarang Elang. Dia ditangkap setelah penyamaran yang dilakukan anggota kita. Kemudian kita kembangkan, dapat yang kedua dan lanjut terus dapat yang ketiga," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti kepada wartawan Kamis (4/8/2022).

Anhar mengatakan ketiga tersangka ini merupakan warga Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Labuhanbatu. Masing-masing bernama Ali Sabri (24), Khoirul Anwar (26) dan Samsudin Nasution (57).


Ketiganya ditangkap pada Rabu (3/8) dini hari kemarin. Dari tiga lokasi berbeda namun masih dalam wilayah desa yang sama.

Tersangka pertama yang ditangkap, katanya adalah Ali Sabri, yang ditangkap pada pukul 02.30 WIB dinihari. Dari pemuda ini polisi menemukan barang bukti 996 butir ekstasi.

Saat diinterogasi Ali mengaku mendapat ekstasi tersebut dari Khoirul. Mendengar pengakuannya itu polisi kemudian memburu pria yang masih sekampung dengan Ali itu.

"Dia kita tangkap di rumahnya saat sedang tertidur. Itu sekitar pukul 03.30 WIB," ujar Anhar.

Saat menggeledah rumah Khoirul, polisi awalnya hanya menemukan 2 butir pil ekstasi. Namun setelah diinterogasi, Khoirul akhirnya menunjukkan tempat dia menyembunyikan ekstasi lainnya.

"Dari tempat dia menyembunyikan ekstasi itu, di bawah pohon sawit di belakang rumahnya, kita menemukan barang bukti lainnya di dua wadah. Satu di sebuah plastik putih berisi 4761 butir dan di sebuah galon air minum berisi 3447 butir ekstasi. Sehingga dari Khoirul, total yang kita sita ada 8.210 butir," jelas Anhar.

Selain menunjukkan ekstasi yang disimpannya, Khoirul juga menyebutkan nama Samsudin Nasution sebagai muasal seluruh barang haram tersebut. Tak berselang lama polisi pun kemudian menangkap orang yang ditunjuk Khoirul itu.

Samsudin yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan ini, ditangkap pada pukul 05.00 WIB saat berada di tangkahan dekat rumahnya. Dari pria paruh baya itu polisi hanya menyita sebuah tas hitam.

"Jadi tersangka Samsudin merupakan nelayan yang menemukan sebuah tas berisi pil ekstasi. Pil itu kemudian diserahkan nya kepada Khoirul untuk dijual. Saat ini kita masih terus mendalami apakah ini merupakan sindikat narkoba atau memang benar seperti pengakuannya," jelas Anhar.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu mengatakan ketiga tersangka ini sudah berhasil menjual sebagian pil ekstasi tersebut. Mengenai jumlahnya, Martualesi mengatakan masih diselidiki.

Ketiga tersangka ini akan dijerat polisi dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU Narkotika tahun 2009.

"Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara sampai seumur hidup," kata Martualesi.



Simak Video "Heboh Bupati Labuhanbatu Selatan Ribut ke Pendemo hingga Sebut 'Monyet'"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)