Tipu Muslihat Guru Pesantren di Asahan yang Paksa Muridnya Seks Oral

Tim detikSumut - detikSumut
Sabtu, 30 Jul 2022 09:08 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Medan -

Salah satu oknum guru salah satu pondok pesantren di Asahan, IA mencabuli muridnya. IA bahkan memaksa muridnya melakukan seks oral.

Sebelum menjalankan aksinya IA melakukan beberapa tipu muslihat, tujuannya agar muridnya bersedia menuruti permintaannya itu. Salah satunya dengan memberikan perhatian lebih kepada calon korban.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan perbuatan itu dilakukan oleh pelaku dengan cara mengajak korban untuk tidur di kamarnya. Setelah itu, barulah tersangka melancarkan aksi bejatnya itu. "Perbuatan tersebut telah dilakukan berulang kali terhadap korban yang berbeda," ujar Hadi, Jumat (29/7/2022).


Dijelaskan Kombes Hadi, sebelum melakukan perbuatan cabul pelaku terlebih dahulu membangun hubungan kedekatan dengan korban. Setelah kedekatan terbangun, pelaku pun leluasa menjalankan aksinya.

"Di mana terlapor sering memperhatikan kegiatan sehari-hari korban, kesehatan hingga sering memberikan uang jajan dan makanan. Sehingga dengan membangun kedekatan tersebut, terlapor leluasa untuk mengajak korban untuk datang ke kamar," ujar Hadi.

Aksi bejat itu dilakukan IA bukan hanya sekali kepada muridnya, tapi berulang kali. Oleh karena itu korban lalu melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya. Kemudian, orang tuanya melapor ke pihak yayasan. Korban dan tersangka dipanggil lalu disitu tersangka mengakui perbuatannya.

Kemudian polisi dalam hal ini Polres Asahan kemudian menerapkan IA sebagai tersangka. Dia dijerat dengan pasal UU Perlindungan Anak.

"Sudah (jadi tersangka)," kata Hadi.

Tersangka IA diduga melanggar Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, IA diamankan karena diduga memaksa muridnya melakukan seks oral. Bukan hanya sekali, aksi itu dilakukan IA berulang kali. Orang tua murid yang tidak terima dengan perbuatan langsung melaporkan IA ke polisi.

"Benar, pelaku kita amankan hari ini Senin (25/7) malam kemarin dan saat ini telah ditahan," kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP M Said Husein saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (28/7/2022).

Kasus ini terungkap ketika salah seorang korban berusia 12 tahun menceritakan perlakuan yang dialami kepada orang tuanya. Merasa tidak terima anaknya diperlakukan dan dilecehkan oleh pelaku, orang tua korban membuat laporan ke Polres Asahan, yang dilihat wartawan pada nomor LP/B/668/VII/2022/SU/Res Ash.

Berdasarkan laporan korban, kejadian tersebut terakhir kali dilakukan pada korban pada Minggu (24/7) di perumahan guru dalam kompleks pesantren tersebut, tepatnya di kamar pelaku.

Selain menahan pelaku, polisi kini masih mendalami dan menyelidiki kasus tersebut untuk mencari tahu kemungkinan korban lainnya dan memastikan kasus ini akan berjalan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.



Simak Video "Terjadi Lagi! Aksi Pelecehan Seksual di TransJakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/dpw)