8 Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia Langkat Jalani Sidang Dakwaan

Datuk Haris Molana - detikSumut
Rabu, 27 Jul 2022 20:50 WIB
Suasana sidang kasus kerangkeng manusia
Suasana sidang kasus kerangkeng manusia (Istimewa)
Medan -

Delapan terdakwa kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Stabat di Langkat. Mereka pun menjalani sidang dengan agenda dakwaan.

Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan, mengatakan bahwa dari informasi tim JPU, sidang hari ini, Rabu (27/7/2022) adalah sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap 8 terdakwa.

"Persidangan kali ini digelar secara daring dan luring. Tim JPU dari Kejati Sumut dan Kejari Langkat menghadiri acara sidang secara zoom dan sebagian megikuti langsung di PN Stabat, Langkat. Terdakwa mengikuti persidangan dari LP Tanjung Gusta Medan sementara penasihat hukum terdakwa hadir langsung di PN Stabat," kata Yos kepada wartawan.


Delapan terdakwa kasus kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin terdiri dari SP, TS, HS, IS, RG, DP, JS dan HG (Suparman Perangin Angin, Terang Ukur Sembiring, Hermanto Sitepu, Iskandar Sembiring, Rajisman Ginting, Dewa Perangin Angin, Jurnalista Surbakti dan Hermanto Sitepu).

Untuk terdakwa SP, JS, RG, dan TS dipersangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1, 2 Jo Pasal 7 ayat 1, 2 Undang-Undang TPPO atau Pasal 333 ayat 3 KUHP.

Kemudian, terdakwa HG dan IS dipersangkakan melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP atau Pasal 351 ayat 3 KUHP, sedangkan DP dan HS dipersangkakan melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP atau Pasal 351 ayat 3 KUHP.

"Sidang dilanjutkan pekan depan (3/8/2022) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi," ujar Yos.

Untuk diketahui, informasi terkait adanya kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin ini mulai diketahui saat KPK melakukan penggeledahan terkait kasus suap. Migrant Care yang mendapatkan informasi terkait hal ini kemudian membuat laporan ke Komnas HAM.

LPSK yang turut menggali informasi terkait hal ini menemukan dugaan adanya penghuni yang tewas karena dianiaya dalam kerangkeng itu. Selain itu, mereka menemukan adanya pembatasan terhadap penghuni untuk beribadah.

Kemudian, Polda Sumut melakukan penyelidikan. Petugas melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan saksi, pemeriksaan korban hidup serta melakikan ekshumasi terhadap korban yang meninggal dunia.

Polda Sumut lalu menaikkan status kasus ke tahap penyidikan. Penyidik kemudian menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus itu. Kesembilan tersangka dua di antaranya termasuk Terbit Rencana dan anak lelakinya yakni Dewa Perangin Angin.



Simak Video "Ternyata Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Dibatasi Beribadah"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/afb)