Riau

Anjing yang Digerebek dari Rumah Jagal Pekanbaru Hasil Curian

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 18 Jul 2022 20:09 WIB
Proses evakuasi anjing yang akan dijagal di salah satu rumah di Pekanbaru, Riau. Istimewa
Proses evakuasi anjing yang akan dijagal di Pekanbaru, Riau. (foto: istimewa)
Pekanbaru -

Komunitas dari pecinta hewan menggerebek rumah jagal anjing di wilayah Payung Sekaki, Pekanbaru. Warga diminta melapor apabila merasa pernah kehilangan anjing.

Founder dan Leader Animals Hope Shelter, Christian Joahua Pale menyebut pihaknya melakukan penggerebekan, Sabtu (16/7) di Jalan Gotong Royong. Penggerebekan itu dilakukan setelah menerima banyak aduan masyarakat.

"Kami awalnya dapat banyak pengaduan. Selanjutnya kami bersama teman-teman komunitas Pekanbaru Dog Lovers datang ke rumah jagal tersebut," terang Christian, Senin (18/7/2022).


Di lokasi, tim menemukan adanya enam ekor anjing siap untuk potong. Anjing itu ditemukan dalam kandang besi di rumah jagal anjing tersebut.

Anjing-anjing itu diduga masuk ke rumah penjagalan setelah dicuri. Sebab ada satu ekor anjing ditemukan di lokasi ternyata ada pemilknya yang mengaku kehilangan anjing.

"Anjing-anjing ini ada dari hasil curian, kita imbau masyarakat untuk melapor ke Dog Lovers dengan bawa contoh jenis anjing. Sebab kemarin sempat ada satu anjing berpemilik yang ditemukan di rumah jagal tersebut," katanya.

Atas temuan itu, Christian minta polisi bisa mengusut tuntas rumah jagal tanpa izin di daerah Payung Sekaki. Dia juga berencana melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek agar diusut tuntas.

"Hukum harus ditindak tegas tanpa tebang pilih. Ini yang harus kami fokus lagi agar pasal-pasal (dugaan tindak pidana) kami bisa tembus dan terwujud," kata Christian.

Kapolsek Payung Sekaki, AKP Nursyafniati mengaku belum menerima laporan terkait kasus tersebut. Namun anggotanya sudah ke lokasi setelah menerima aduan.

"Laporan belum ada. Tetapi kita sudah ke lokasi karena menerima aduan, ini masih kami tunggu jika ada laporan," tegas Nur.

Hasil pemeriksaan, Nur memastikan jika daging anjing didapat dari warga sekitar. Selanjutnya daging anjing didistribusikan ke rumah makan non muslim.

"Daging itu ditampung dengan tujuan untuk dijual ke rumah makan non muslim. Saat ditemukan kondisi anjing sehat dan satu ekor hamil. Anjing-anjing itu didapat dari warga yang mengantar," katanya.



Simak Video "Warga di Pekanbaru Cekcok Gegara Gangguan Suara Toa Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/astj)