Aceh

Usai Tilap Uang Perusahaan untuk Judi, Pria Ini Coba Bunuh Diri di Depan Bos

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 12 Jul 2022 10:23 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi. (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)
Aceh Besar -

Seorang pria di Aceh Besar, FM (35), nekat menilap uang perusahaan untuk berjudi lalu mencoba bunuh diri di depan bosnya. FM bakal dilaporkan ke Polda Aceh karena mediasi tidak menemui titik temu.

"FM diduga menggelapkan uang perusahaan Rp 25 juta. Pihak perusahaan akan melaporkan kasus tersebut ke Polda Aceh dalam waktu dekat," kata Kapolsek Darul Imarah, Ipda Jumadil Firdaus kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).

Kasus bermula saat FM yang berprofesi sebagai sopir PT GMP ditanyakan terkait uang perusahaan yang diserahkan sebuah toko di Pidie. Pihak toko disebut menyerahkan uang ke perusahaan lewat FM sebesar Rp 33 juta.


Namun FM disebut hanya menyetor uang ke perusahaan sebesar Rp 8 juta. Sisanya Rp 25 jura diduga digelapkan FM.

Pemilik perusahaan, Erlina (43) lalu memanggil FM untuk menanyakan sisa uang itu pada Kamis (7/7). Jumadil mengatakan, FM saat itu mengakui pihak toko belum lunas menyetorkan uang ke perusahaan.

Sisa uang disebut bakal ditransfer. Erlina disebut tidak percaya begitu saja dengan pengakuan FM lalu menghubungi pemilik toko. Dalam percakapan itu diketahui uang telah diserahkan sepenuhnya secara tunai melalui FM dan seorang temannya.

"Pada saat dipertanyakan mengenai uang tersebut dibawa kemana, FM menjawab sudah dipergunakan untuk bermain judi online, dan telah habis. Sontak saja pimpinan perusaahan terkejut dan kembali menanyakan bagaimana cara mengembalikan sisanya itu," jelas Jumadil.

Jumadil mengatakan, saat itulah FM mengeluarkan sebilah pisau yang dibawanya kemudian mencoba bunuh diri. Pihak perusahaan mencegah FM bunuh diri.

"Ketika ditanyakan sama pemiliknya dia bilang 'saya akan membayar dengan ini' sambil menusuk perutnya sebanyak lima kali," ujarnya.

Usai kejadian, FM dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin, Banda Aceh untuk mendapat perawatan. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Darul Imarah.

Pihak Polsek sempat memediasi antara pihak perusahaan dengan keluarga korban. Namun mediasi itu tidak mencapai kesepakatan.

"Mediasi kedua belah pihak, antara perwakilan dari PT. GMP dan keluarga FM, tidak mencapai kesepakatan yang maksimal," terangnya.

Pihak perusahaan mengambil kesimpulan bakal melaporkan kasus itu ke Polda Aceh. FM akan dilaporkan terkait penggelapan uang sebesar Rp 25 juta.

"Untuk FM kondisi kesehatannya sudah mulai membaik, hal ini dibuktikan bahwa yang bersangkutan sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit. Dia hanya menjalani rawat jalan," beber Jumadil.



Simak Video "Dramatis! Evakuasi ABG Panjat Tiang Sutet Diduga Hendak Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)