Polisi Tembak Residivis Pencuri Sepeda Motor di Medan

Goklas Wisely - detikSumut
Rabu, 06 Jul 2022 19:20 WIB
Ilustrasi Pencurian Moto
Ilustrasi pencurian sepeda motor (Foto: Edi Wahyono)
Medan -

Seorang residivis kasus pencurian sepeda motor bernama Andi Syahputra (39) ditembak saat hendak ditangkap polisi. Andi ditangkap pada Senin (4/7) di Jalan Thamrin, persis di depan RS Methodist Medan.

"Andi sempat melakukan perlawanan sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur (ditembak). Hasil interogasi dia mengakui perbuatannya. Ia mencuri sepeda motor dengan kunci lemari karena rumah kuncinya sudah agak kendor," ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Area, AKP Philips, Rabu (6/7/2022).

"Andi ini sudah dua kali berkasus di Belawan. Dia positif narkoba. Hasil pencurian sepeda motor dipakai untuk main judi dan sesekali konsumsi narkoba serta untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya.


Philips menjelaskan Andi ditangkap atas laporan Joesmina yang merupakan warga Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area. Joesmina melapor ke Polsek Medan Area dengan nomor laporan: LP/B/ 307/ IV/2022/ Polsek Medan Area/Polrestabes Medan/Polda Sumut pada 23 April 2022.

Adapun kronologi kejadian, kata dia, bermula ketika suami Joesmina (53) berangkat dari rumah menaiki sepeda motor ke lokasi bekerja di Jalan Sutrisno, Kelurahan Kota Matsum I, Kota Medan.

Suami Joesmina berangkat sekitar pukul 13.00 WIB. Setibanya di lokasi yang dituju Suaminya itu langsung memarkirkan sepeda motor di samping tempat kerjanya sebelah kanan dalam keadaan terkunci stang.

Kunci pun dibawa suaminya ke dalam toko. Tepat pukul 20.00 WIB teman suaminya meminjam motor untuk membeli nasi. Suaminya memberikan kunci motor tersebut.

"Saat teman suaminya hendak pergi ternyata motornya sudah raib. Akhirnya pelapor langsung mencari di sekitar lokasi dan tidak ditemukan. Setelah itu dicek lah CCTV dan dilihat ada seorang pria yang mencuri sepeda motornya," ungkapnya.

Atas laporan itu pihaknya pun melakukan proses penyelidikan, hingga akhirnya Andi Syahputra ditangkap.

Kini, Andi telah mendekam di sel penjara Polsek Medan Area untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia disangkakan pasal 363 ayat 1 ke 5e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman kurungan lebih tujuh tahun.



Simak Video "Momen Kericuhan Polisi-Warga saat Eksekusi Kafe di Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)