Polisi Terima Laporan Terkait Kejahatan Skimming Bank Sumut

Datuk Haris Molana - detikSumut
Rabu, 06 Jul 2022 15:08 WIB
Dirut Bank Sumut Rahmat Fadilah Pohan
Dirut Bank Sumut Rahmat Fadilah Pohan (Foto: dok. Humas Bank Sumut)
Medan -

Polda Sumatera Utara (Sumut) telah menerima laporan terkait kejahatan skimming yang dialami oleh puluhan nasabah Bank Sumut. Polda pun telah menerima keterangan dari pihak Bank Sumut.

"Sudah, pihak Bank Sumut sudah memberikan keterangan kepada penyidik," sebut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada detikSumut, Rabu (6/7/2022).

Hadi mengatakan, penyidik Polda Sumut sudah mendapat keterangan dari Bank Sumut. Sampai saat ini, kasus ini masih didalami.


Hanya saja, Hadi belum menjelaskan secara rinci terkait peristiwa itu. Termasuk, belum menjelaskan langkah-langkah pihaknya ke depan.

Sebelumnya, petinggi Bank Sumut mengakui bahwa sejumlah nasabah mereka menjadi korban skimming. Akibat kejahatan itu, uang nasabah senilai Rp 2,7 miliar raib dari rekening.
Skimming adalah kejahatan pencurian data melalui ATM yang kemudian dilanjutkan dengan pembobolan rekening nasabah.

"Kami jajaran PT Bank Sumut mengakui bahwa itu benar adanya bahwa dana tersebut dicuri oleh pelaku sebagai modus skimming, suatu alat yang dipasang di mesin ATM," ungkap Dirut Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, Selasa (5/7/2022).

Aksi kejahatan skimming itu terungkap setelah melihat bukti rekaman CCTV ATM di Supermarket Diamond, Kecamatan Medan Johor.

"Ini terjadi di public area bukan di kantor cabang. Kami sudah membuktikan lewat CCTV dan rekaman CCTV akan kami serahkan ke kepolisian," ujar Rahmat.

Dia menyebutkan, kemungkinan besar pelaku skimming bukan berasal dari Indonesia. Sebab, dari rekaman kamera pengawas yang mereka lihat, pelaku berwajah Rusia dan Timur Tengah.

Dalam aksi itu, pelaku berhasil mencuri uang sebesar Rp2,7 miliar dari 83 nasabah Bank Sumut. Total uang yang hendak dibobol para pelaku sebenarnya Rp 4,5 miliar, namun sisanya tak bisa ditarik karena Bank Sumut langsung memblokir transaksi dengan bank luar.

"Itulah yang menyebabkan kami masih bisa mencegah sisanya tidak bisa diambil. Jadi yang bisa kita selamatkan ada Rp 1,8 miliar yang ditolak transaksinya," jelasnya.

Dia memastikan, uang nasabah yang hilang di rekening akibat kejahatan itu sudah diganti oleh Bank Sumut. Dia juga meminta nasabah untuk melapor ke Bank Sumut jika saldo rekening mereka tiba-tiba berkurang.

Terkait kejadian ini, Rahmat memastikan bahwa uang nasabah yang sempat raib sudah diganti oleh Bank Sumut. Untuk itu, ia meminta kepada nasabah untuk segera melapor ke Bank Sumut.

"Seluruh kerugian nasabah sudah kami ganti. Nasabah juga kami sudah hubungi agar mengganti ATM-nya ke cabang terdekat. Uang tabungan sudah masuk tapi tidak bisa ditarik, ganti dulu kartunya," ucap Rahmat.

Kejahatan skimming ini diketahui setelah sejumlah nasabah mendatangi Bank Sumut, Senin kemarin. Mereka curiga dengan saldo rekening mereka yang tiba-tiba berkurang. Banyak nasabah bahkan ingin menarik semua tabungan mereka karena takut dicuri.



Simak Video "Raup Rp 1,5 M dari Skimming ATM, Seorang WNA Latvia Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/dpw)