Viral Penyidik Dituding Ambil Paksa Beras dari Kilang, Polda Sumut Buka Suara

Datuk Haris Molana - detikSumut
Jumat, 01 Jul 2022 17:11 WIB
Penyidik Polda Sumut dituding ambil paksa beras.
Penyidik Polda Sumut dituding ambil paksa beras. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)
Medan -

Video yang menyebutkan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut dituding mengambil paksa beras di salah satu kilang padi di Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang viral di media sosial. Polda Sumut kemudian memberikan penjelasan soal video itu.

Dilihat detikSumut, Jumat (1/7/2022), dalam video itu terlihat sejumlah pria berbaju putih dengan celana hitam mencoba membawa karung berisi beras dari dalam kilang padi atau pabrik.

Kemudian, salah seorang satpam yang ada di sana seperti berupaya menghalangi. Tiga pria berbaju putih itu kemudian terus membawa karung beras ke luar gedung sambil berjalan.


Dalam video itu, terdengar suara seorang wanita. Dia seperti melarang para pria berbaju putih membawa karung beras tersebut. Wanita itu pun menyebut mereka telah melanggar undang-undang.

"Tidak bisa ambil gitu banyak loh Pak. Bapak pemaksaan loh. Bapak pemaksaan ambil barang-barang kita ya di pabrik kami, udah langgar UU 511. Panggil masyarakat sini semua kumpulkan SPSI masyarakat sini semua. Bapak nggak boleh begitu ngambil barang orang tanpa permisi. Bapak kok kek gitu, tidak bisa masuk," sebut wanita itu dalam seperti dalam video.

Para pria berbaju putih terus keluar sambil membawa karung berisi beras. Kemudian, setelah keluar dari pabrik, salah satu pria berbaju biru berupaya menarik karung beras yang dibawa oleh pria berbaju putih. Sementara, wanita itu terus berbicara. Dia meminta agar barangnya itu diletakkan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan kegiatan itu adalah pengambilan sampel beras yang dilakukan penyidik. Dia menyebut kegiatan itu sudah sesuai prosedur.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 30 Juni 2022, disaat penyidik melakukan penyelidikan sesuai dengan Sprin Lidik Nomor : Sprin Lidik / 230 / VI / 2022 / Ditreskrimsus, tanggal 20 Juni 2022.

Berdasarkan Informasi dari masyarakat, kilang padi dengan merk Bunga Mawar, TJ KKB Pandan Wangi, dan TJ 88 diduga tidak sesuai dengan parameter yang telah dipersyarakatkan untuk beras bermutu premium. Dengan demikian penyidik melakukan penyelidikan dan mengambil sampel.

Saat pengambilan sampel ternyata beberapa orang yang diduga pemilik tak terima sambil merekam dan menuding polisi mengambil paksa.

"Kita melakukan penyelidikan adanya dugaan penjualan beras yang tidak sesuai parameter yang dipersyaratkan untuk kategori beras premium," kata Hadi dalam keterangannya.

"Pelaku usaha belum dapat memperlihatkan izin usaha dalam memproduksi dan memperdagangkan beras serta belum dapat memperlihatkan Serifikat Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dalam memproduksi dan memperdagangkan beras premium tersebut," bebernya.

Dari kilang beras tersebut polisi mengamankan satu karung beras premium Ramos Tulen merek TJ Cap Bunga Mawar ukuran 30 Kilogram, satu karung beras premium merek TJ KKB Pandan Wangi ukuran 10 Kilogram dan satu karung beras premium merk TJ 88 ukuran 5 Kilogram.

Pengambilan sampel dan penyelidikan ini lantaran diduga kilang beras ini melanggar Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan/atau Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.



Simak Video "Polisi Gagalkan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)