4 Geng Motor Dibekuk Polisi Usai Serang Warga Pekanbaru

Raja Adil Siregar - detikSumut
Rabu, 29 Jun 2022 14:34 WIB
Rilis kasus geng motor di Mapolresta Pekanbaru. (Raja/detikSumut)
Rilis kasus geng motor di Mapolresta Pekanbaru. (Raja/detikSumut)
Pekanbaru -

Empat pelaku geng motor di Pekanbaru, Riau dibekuk polisi. Keempat pelaku geng motor sadis dibekuk setelah menyerang pengendara lain di jalanan.

Plh Kapolresta Pekanbaru Kombes Ahmad Mamora mengatakan pelaku ditangkap tim gabungan Reskrim dan Polsek Bukit Raya. Penangkapan setelah terjadi penyerangan di Jalan Kaharudin Nasution, Sabtu (18/6) malam.

"Ungkap kasus ini setelah terungkapnya kasus tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan (Geng Motor) yang viral di media sosial. Korban adalah mahasiswa bernama Irvan," terang Mamora, Rabu (29/6/2022).


Dia mengatakan saat kejadian korban bersama temannya sedang melintas Jalan Kaharudin Nasution. Namun tiba-tiba saja di depan Halte Aur Kuning didatangi pelaku pakai 10 sepeda motor.

Salah satunya dari pelaku tanpa basa-basi memukul korban pakai doublestik. Pelaku lainnya menendang teman korban sampai terjatuh.

"Akibat kejadian itu korban mengalami luka di kepala berdarah dan dijahit. Selanjutnya korban datang buat laporan di Polsek Bukit Raya," kata Mamora.

Tim gabungan yang menerima laporan dari korban langsung memburu para pelaku. Di mana tujuh orang diamankan pada Minggu (26/6) dini hari Jalan Cipta Karya.

Hasilnya, dari ketujuh pelaku polisi resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka penyerangan dan pengeroyokan. Keempat tersangka adalah Rido Lubis (17), Gustisia Fadila (19), Fikri Rahmad (18) dan Riski (18).

"Keempat tersangka ini yang menendang, mukul dan pengendara motor. Mereka ini adalah teman satu tongkrongan dengan nama Tongkrongan Kedai Seduduk (TKS). Ini nama kelompok mereka," imbuh Kasat Reskrim Polresta, Kompol Andri Setiawan.

Andri menyebut dalam aksinya para pelaku mengaku pernah diserang orang tak dikenal. Sehingga melakukan serangan balas dendam dan menyasar pengendara lain.

"Pelaku ini mengaku sebelumnya pernah dikeroyok, jadi ini aksi balas dendamlah. Perbuatan mereka menyebabkan korban luka berat. Barang bukti yang disita ada sepeda motor, spanduk, baju, besi, kayu dan Hp android," kata Andri.

Terkait maraknya aksi geng motor sejak beberapa bulan belakangan, Polresta Pekanbaru mengimbau masyarakat tak keluar malam jika tidak berkepentingan. Polisi juga memastikan akan melakukan patroli di sejumlah titik rawan mencegah maraknya geng motor.



Simak Video "Warga di Pekanbaru Cekcok Gegara Gangguan Suara Toa Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/astj)