Sebelum Dibunuh, Siswi SMP di Langkat Diperkosa 2 Kali

Datuk Haris Molana - detikSumut
Selasa, 28 Jun 2022 21:20 WIB
Ilustrasi Pembunuhan Pemerkosaan
Foto: Ilustrator Mindra Purnomo
Langkat -

Polisi menangkap seorang pria berinisial FS (19) yang diduga pembunuh siswi SMP yang mayatnya di Kecamatan Sei Lepan, Langkat. Setelah diperiksa, terungkap bahwa FS memperkosa korban saat sedang pingsan lalu memukul kepalanya hingga meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Langkat AKP Joko Sumpeno mengatakan dari hasil pemeriksaan, terungkap kronologis peristiwa pemerkosaan dan dilanjutkan dengan pembunuhan terhadap korban.

Saat itu, pelaku membonceng korban saat pulang sekolah. Pelaku lalu membawa korban masuk ke area bekas Sanggar Pramuka, Komplek Pertamina RU II Pangkalan Berandan, Desa Puraka II, Kecamatan Sei Lepan.


Sampai di TKP, pelaku mengajak korban ke semak-semak dan menciumnya. Namun, korban menolak dengan menggigit bibir pelaku dan pelaku pun memukul korban dengan keras hingga pingsan.

"Sesampainya di TKP pelaku memarkirkan sepeda motor dan mengajak korban ke semak-semak dan melakukan ciuman terhadap korban paksa, lalu korban menolak dengan cara menggigit bibir pelaku, dan pelaku langsung melakukan pemukulan dengan tangannya dengan keras ke arah tengkuk korban mengakibatkan korban pingsan," sebut Joko, Selasa (28/6/2022).

Setelah pingsan, pelaku membuka pakaian serta celana dalam korban dan memperkosanya dalam keadaan sedang pingsan.

"Kemudian pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban dalam keadaan korban sedang pingsan dan sewaktu pelaku melakukan pemerkosaan, atas pengakuan pelaku bahwasanya korban masih perawan," sebut Joko.

Selanjutnya korban mulai sadar dan masih lemas. Pelaku pun memperkosa korban kedua kalinya.

Setelah itu, korban yang telah sadar sempat berbincang dengan pelaku. Korban bertanya soal sperma korban apakah dimasukkan dan pelaku pun mengaku telah memasukkan ke kelamin korban.

Kemudian, korban pun mengatakan bakal melaporkan hal tersebut ke orang tuanya jika dirinya hamil. Mendengar itu, pelaku pun panik dan langsung memukul korban menggunakan batu.

"Saat itu pelaku mulai panik dan ketakutan dan selanjutnya pelaku memukul korban dengan batu di kepala bagian belakang, bagian pelipi sebelah kiri, kening dan rahang korban sebelah kiri," sebut Joko.

Setelah melakukan itu, pelaku membawa baju dan tas korban ke rumahnya. Lalu, barang itu dibuang ke Sungai Babalan, Kelurahan Alur Dua Baru, Sei Lepan.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Langkat AKP Joko Sumpeno mengatakan temuan mayat siswi itu terjadi pada Selasa (21/6/2022). Mayat itu ditemukan oleh pengembala ternak lembu Komplek Sanggar Pramuka PT. Pertamina Pangkalan Berandan, Desa Puraka II, Kecamatan Sei Lepan.

Saat ditemukan, hampir seluruh tubuh mayat sudah berbelatung. Kemudian, setelah dipastikan dengan ciri-ciri barang yang ada di tubuh korban oleh ibunya, identitas korban pun diketahui merupakan pelajar SMP, warga Sei Lepan.

Menurut keterangan, pada Rabu (15/6) pagi korban berangkat ke sekolahnya untuk mengikuti ujian. Sejak saat itu, korban pun tidak pulang lagi ke rumah. Keluarga sempat melaporkan anaknya yang hilang dan memberitahukan di lini media sosial. Namun, korban malah ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat.

Setelah ditemukan, mayat korban pun dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kemudian, tim Subdit III Jahtanras Polda Sumut bersama Polres Langkat menyelidiki soal mayat tersebut. Ada sembilan orang saksi yang diperiksa dalam peristiwa tersebut. Pada Senin sore, polisi pun menangkap pelakunya.



Simak Video "Momen Makam Diduga Korban Tewas Kerangkeng Bupati Langkat Dibongkar"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)