Korban Tabrakan Maut di Jalinsum Labusel Dapat Santunan Rp 50 Juta

Datuk Haris Molana - detikSumut
Selasa, 21 Jun 2022 18:24 WIB
Kecelakaan bus di Labuhanbatu Selatan. 3 orang tewas akibat kecelakaan tersebut.
Kondisi bus usai tabrakan di Jalinsum Labusel. (foto: istimewa)
Medan -

Jasa Raharja menyerahkan santunan terhadap keluarga tujuh korban tabrakan antara bus PMS dengan PMH yang terjadi di Jalinsum Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan. Santunan diberikan sejumlah Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia dan Rp 20 juta untuk korban luka-luka.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Subdit Gakkum Polda Sumut, akibat peristiwa tersebut, tiga orang meninggal dunia di TKP, empat orang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sedangkan 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sementara ini dirawat di RSU Nuraini dan RSUD Kota Pinang.

"Jasa Raharja sangat prihatin atas musibah ini. Kami juga turut berduka cita yang mendalam atas warga yang meninggal dunia. Petugas Jasa Raharja telah meninjau lokasi kecelakaan dan juga mengunjungi rumah sakit untuk mendata warga yang meninggal dunia dan yang tengah dalam perawatan," kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Utara Tamrin Silalahi, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/06/2022).


"Tidak perlu khawatir terkait biaya perawatan rumah sakit, karena Jasa Raharja sudah memberikan surat jaminan kepada rumah sakit agar dapat merawat warga yang mengalami kecelakaan tersebut dengan baik," tambah Tamrin.

Korban kecelakaan di Jalinsum Labusel dapat bantuan dari Jasa Raharja. (foto: istimewa)Korban kecelakaan di Jalinsum Labusel dapat bantuan dari Jasa Raharja. (foto: istimewa) Foto: Istimewa

Menurut Tamrin, seluruh warga yang mengalami kecelakaan tersebut terjamin oleh Jasa Raharja sesuai dengan UU No 33 Tahun 1964. Hal ini merupakan bentuk implementasi Program Perlindungan Dasar Pemerintah terhadap warga negara yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

"Para ahli waris warga yang meninggal dunia akan mendapat santunan sebesar Rp 50 juta, sedangkan bagi warga yang mengalami luka-luka mendapat biaya perawatan melalui pihak rumah sakit maksimal sebesar Rp 20 juta. Santunan tersebut berasal dari dana Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dibayarkan masyarakat setiap tahun dan Iuran Wajib penumpang angkutan
umum," sebut Tamrin.

Santunan itu, diserahkan hari ini oleh Jasa Raharja ke kediaman tujuh korban meninggal dunia. Santunannya diserahkan masing-masing Rp 50 juta kepada ahli waris.

Sebelumnya diberitakan, tujuh orang meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut tersebut. Pihak kepolisian menyebutkan, dari data sementara hingga Senin (20/6) petang, tujuh orang yang meninggal dunia itu, tiga di antaranya tewas di tempat, sementara empat orang meninggal dunia di rumah sakit.

Dirlantas Polda Sumut Kombes Indra Darmawan Iriyanto merinci, dari daftar korban meninggal dunia itu, tiga orang adalah awak bus, yakni sopir masing-masing bus dan kernet Bus PMH. Sementara empat lainnya adalah penumpang.

Kemudian, Indra mengungkap dugaan awal penyebab kejadian itu. Polisi menduga tabrakan terjadi akibat salah satu bus ingin menyalip kendaraan di depannya.

"Di titik tempat terjadi tabrakan itu terlihat bus dari Medan menuju Riau itu berada di lajur kanan, di situ ada marka yang menandakan tidak boleh menyalip dan dari keterangan saksi-saksi sebelum kejadian memang bus dari arah Medan menuju Riau itu ingin mendahului kendaraan," sebut Indra kepada wartawan, Senin (20/6/2022)



Simak Video "Prajurit TNI AL dan Istri Korban Truk Pertamina Dimakamkan Secara Militer"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/astj)