Aceh

Polisi Telusuri Asal Senjata M16 yang Dipakai Tembak 2 Warga Aceh Besar

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 20 Jun 2022 12:14 WIB
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy (ANTARA/M Haris SA)
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy (Foto: ANTARA/M Haris SA)
Banda Aceh -

Polisi masih menyelidiki asal usul senjata api laras panjang jenis M16 yang dipakai untuk menembak dua warga Desa Aneuk Glee, Indrapuri, Aceh Besar. Eksekutor penembakan, FR alias MU (38) belum terbuka terkait senjata tersebut.

"Keterangan pelaku berubah-ubah terkait senjata yang digunakan. Kita akan terus melakukan pencarian dan pendalaman terkait asal dan keberadaan senjata," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Winardy mengatakan, keterangan FR yang berubah-ubah menjadi kendala penyidik untuk mengungkap asal senjata. Menurutnya, FR masih terus menjalani pemeriksaan usai ditangkap di Bireuen pada Kamis (16/6).


Perwira menengah Polda Aceh itu menjelaskan, FR merupakan anak buah dari pelaku utama penembakan berinisial AB. FR disebut tidak terafiliasi dengan kelompok tertentu.

"Pelaku adalah orangnya otak pelaku dari penembakan dan bukan dari kelompok tertentu," ujarnya.

Dengan tertangkapnya FR, berari polisi telah menciduk seluruh pelaku yang terlibat penembakan berjumlah tujuh orang. Mereka adalah AB sebagai otak pelaku, TM yang merupakan perencana dan penyuplai logistik, DW pemberi informasi dan penyuplai logistik.

Selain itu, NZ, ZD dan MY yang bertugas sebagai pendamping eksekutor dan memantau korban di lokasi kejadian.

"Alhamdulillah semua sudah ditangkap. Namun, kita juga akan proses orang-orang yang selama ini menyembunyikan pelaku," ujar Winardy.

Penembakan dua warga Desa Aneuk Glee, Indrapuri, Ridwan dan Maimun bermotif dendam. Tersangka AB disebut mempunyai dendam ke Ridwan karena usahanya diganggu.

"AB merupakan aktor intelektual, di mana ia yang memerintahkan anggotanya untuk menghabisi Maimun (38) dan Ridwan (38). Dia juga ikut mendanai dan merencanakan eksekusi tersebut," jelas Winardy.

"Motifnya karena sakit hati, lantaran korban kerap mengganggu usaha milik tersangka AB," tambahnya.

Sebelumnya, dua warga Desa Aneuk Gle, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Aceh tewas ditembak orang tak dikenal. Kedua korban bernama Ridwan dan Carlie meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit.

"Keduanya ditembak tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB," kata Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustamam saat dimintai konfirmasi detikSumut, Jumat (13/5).



Simak Video "Momen Pemusnahan 13.000 Batang Ganja di Aceh Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)