Ibu Hamil Ngaku Korban Malpraktik di Sibolga, Sempat Tak Bisa Pipis

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 18 Jun 2022 17:19 WIB
Asian doctor and an assistant in the operating room for surgical venous vascular surgery clinic in hospital.
Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb
Medan -

Seorang wanita berinisial RRL (34) diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit Metta Medika Kota Sibolga. Bahkan wanita tersebut mengaku sempat tidak bisa pipis atau buang air kecil usai menjalani operasi.

Kuasa hukum RRL, Johari Damanik mengatakan kasus ini bermula ketika RRL yang merupakan warga Sorkam Tapanuli Tengah ingin menjalani operasi caesar di rumah sakit tersebut.

"Tanggal 9 April dia melakukan USG di RS Metta Medika yang ditangani oleh dr. Jams dan dijadwalkan lahir menurut hitungan medis di tanggal 23 April," kata Johari kepada detikSumut, Sabtu (18/6/2022).


Kemudian ketika tanggal 23 tersebut, mereka kembali datang ke RS Metta Medika untuk melakukan persalinan dengan operasi. Namun saat operasi tersebut terjadi pendarahan hebat, suami dikasih pilihan oleh dokternya untuk melakukan pengangkatan rahim atau tidak.

"Suami dikasih pilihan, mengangkat rahim atau tidak, jika rahim tidak diangkat maka pendarahan akan terus berkelanjutan, dan pada akhirnya suaminya menyetujui,"jelasnya.

elang beberapa menit kemudian, suami pasien dipanggil kembali oleh dokter. Dokter tersebut mengatakan bahwa pasien sedang kritis dan membutuhkan darah B+ sebanyak empat kantong. Pihak rumah sakit tidak menyiapkan terlebih dahulu kantong darah saat melakukan operasi.

"Akhirnya keluarga mengupayakan empat kantong darah tersebut dan dapat. Yang kami pertanyakan kenapa sebelum operasi tidak diantisipasi kian stock darah? setelah pasien dinyatakan kritis baru di cari stock darah?," ungkap Johari.

Pasca operasi, pasien tidak bisa buang air kecil. Di hari pertama pasca operasi masih bisa, namun di hari kedua sampai ke lima, pasien tidak bisa buang air kecil, sehingga perutnya membengkak. Ketika di USG pihak rumah sakit beralasan bahwa pasien mengalami gangguan ginjal akibat pendarahan hebat.

"Setelah beberapa hari tidak bisa (buang air kecil), dilakukan USG olek dokter Jams, sehingga dia katakan si pasien ini mengalami gangguan ginjal, dikarenakan pasien mengalami pendarahan hebat," sebutnya.

Akhirnya pasien dirujuk ke RS Mitra Sejati di Medan pada tanggal 27 April, dengan tujuan konsultasi ginjal dan cuci darah. Setelah dicek oleh dokter, dia menyebutkan bahwa pasien tidak mengalami gangguan ginjal. Sehingga dia meminta keluarga untuk membawa pasien ke RS. Adam Malik.

"Dokter Sabar mengatakan pasien tidak mengalami gangguan ginjal, dan merasa kecewa terhadap isi dan bunyi rujukan pasien, karena tidak menjelaskan kondisi pasien yang sebenarnya. Pukul 22.15 WIB pasien disarankan untuk dirujuk kembali ke RS Adam Malik, dan keluarga menyetujuinya," ungkapnya.

Di RS Adam Malik Baru Diketahui RRL Tidak Bisa Pipis Karena Kantong Kemih Terjahit. Baca halaman selanjutnya:



Simak Video "Momen Kericuhan Polisi-Warga saat Eksekusi Kafe di Medan"
[Gambas:Video 20detik]