Sumatera Selatan

Perjalanan Kasus Alex Noerdin hingga Divonis 12 Tahun Penjara

Prima Syahbana - detikSumut
Kamis, 16 Jun 2022 11:36 WIB
Mantan Gubernur Sumatera Selatan yang kini menjabat anggota DPR Alex Noerdin mendatangi ditangkap dan ditahan oleh Kejagung atas dugaan kasus pengadaan gas bumi BUMD Sumsel.
Cover Alex Noerdin (Foto: dok. detikcom)
Palembang -

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin divonis 12 tahun di kasus korupsi semasa menjabat. Berikut perjalanan kasus yang menjerat politisi Golkar tersebut.

Berdasarkan catatan detikSumut, Alex Noerdin terjerat dua kasus dugaan korupsi, yaitu pembangunan Masjid Sriwijaya dengan menggunakan dana hibah Pemprov Sumatera Selatan dan pembelian gas bumi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PD PDE).

Kasus tersebut bermula ketika Alex ditetapkan oleh Kejaksaan Agung sebagai tersangka dalam kasus gas bumi PD PDE terlebih dahulu, pada Kamis (16/9/2021) lalu.


"Penyidik meningkatkan status tersangka AN (Alex Noerdin)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) saat itu, Leonard, Kamis (16/9/2021).

Pria yang memiliki julukan bapak pembangunan itu langsung ditahan di Rutan Kejagung. Saat kasus terjadi semasa Alex menjabat Gubernur periode 2008-2013 hingga 2013-2018.

Berselang beberapa hari, tepatnya Rabu (22/9) Kejaksaan kembali menetap Alex Noerdin menjadi tersangka. Dia ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya.

"Ya sudah (ditetapkan tersangka)," kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Aspidsus Kejati Sumsel), Victor Antonius Saragih melalui pesan singkat Rabu (22/9/2021).

Viktor menyebut Alex dijerat Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999. Pasal diterapkan setelah penyidik melakukan pemeriksaan marathon.

Seiring berjalannya waktu, penyidik kejaksaan telah menuntaskan proses penyidikan dugaan korupsi Masjid Sriwijaya dengan tersangka anggota DPR Alex Noerdin. Mantan Gubernur Sumatera Selatan itu langsung disidang.

"Iya, menurut penyidik berkasnya sudah lengkap dan akan segera dilimpahkan untuk disidang," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel Mohd Radyan kepada wartawan, Jumat (17/12/2021).

Selanjutnya, pada Rabu (22/12/2022), Kejaksaan pun memindahkan lokasi penahanan Alex, yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh PD PDE tahun 2010-2019. Pantauan wartawan, saat itu Alex ditahan di Rutan Pakjo Palembang.

Setelah kedua berkas tersebut dinyatakan lengkap, JPU Kejaksaan yang mengusulkan jika sidang dua kasus yang menjerat Alex menjadi tersangka bisa digelar secara bersamaan, pun mendapat lampu hijau dari PN Tipikor Palembang.

Tibalah sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Alex. Sidang itu digelar di PN Palembang, Kamis (3/2/2022). Alex mengikuti sidang secara virtual dari rumah tahanan (Rutan) Kelas 1 Palembang.

Diminta Tidak Menghubungi Majelis Hakim

Hakim mengawali sidang dengan memberi peringatan keras ke Alex dan jaksa termasuk para pihak yang terlibat di persidangan. Mereka diminta tidak menghubungi majelis hakim serta panitera pengganti.

Tak hanya itu, hakim mengingatkan upaya suap akan dilaporkan ke KPK. Hal itu agar tidak ada upaya untuk mengintervensi majelis.

"Baik itu dari keluarga terdakwa maupun jaksa jangan mencoba-coba menghubungi hakim atau panitera pengganti. Persidangan ini berintegritas, jangan coba-coba," kata Aziz mengawali persidangan.

"Siapapun yang mendapati menerima maupun pemberi akan dilaporkan KPK dan akan dijerat hukuman Suap jika terbukti," sambungnya.

Dalam sidang tersebut Alex di dakwa JPU secara bergantian dalam dua kasus yang menjeratnya. Untuk kasus gas bumi Alex cs didakwa merugikan negara 30 juta dollar, sedangkan di kasus Masjid Sriwijaya, didakwa memperkaya diri sendiri Rp 4,8 miliar dari total keseluruhan kerugian negara Rp 116 miliar.

Dituntut 20 Tahun Penjara, Alex Noerdin minta dibebaskan. Baca halaman berikutnya:



Simak Video "2 Abang Jago yang Pecahkan Kaca Truk di Palembang Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]