Dukun Cabul di Aceh Utara Dihukum Cambuk 25 Kali

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 09 Jun 2022 21:35 WIB
Sejumlah orang menjalani hukuman cambuk di depan Masjid Al-Furqan, Beurawe Banda Aceh, Senin 1 Agustus 2016.
Ilustrasi hukuman cambuk (Agus Setyadi/detikcom)
Bandar Aceh -

Seorang pria di Aceh Utara, Aceh, Trisno Muhammadi (53) dicambuk 25 kali karena terbukti mencabuli seorang perempuan dengan modus pengobatan. TM divonis 30 kali cambukan namun dikurangi selama dia ditahan.

Eksekusi cambuk terhadap Trisno digelar di halaman kantor Kejari Aceh Utara, Kamis (9/6/2022). TM mengenakan baju putih serta peci ketika disabet algojo.

"Terpidana dicambuk 25 kali setelah dikurangi masa tahanan karena terbukti melakukan pelecehan seksual," kata Kajari Aceh Utara Diah Ayu HL Iswara Akbari kepada wartawan.


Dilihat detikSumut dari putusan Mahkamah Syar'iyah Lhoksukon, kasus pelecehan seksual itu terjadi di rumah korban berinisial NA di Aceh Utara pada 2017 silam. Kejadian bermula saat Trisno mendatangi rumah korban dengan modus mencari suami korban.

Namun karena orang yang dicari sedang tidak di rumah, korban menyuruh Trisno menunggu. Setelah masuk ke dalam, Trisno dan korban sempat mengobrol serta menanyakan maksud kedatangan Trisno.

Di tengah obrolan, Trisno mengaku dapat mengobati korban. Korban mengaku tidak sakit. Trisno kemudian menyebut dapat mengobati agar suami korban setia dan tidak meninggalkan korban.

Korban sempat menolak namun Trisno terus memaksa sehingga korban luluh. Trisno kemudian menyuruh anak korban berusia 16 tahun untuk membeli tiga telur bebek.

Tak lama berselang, Trisno mengajak korban untuk diobati. Dia lalu mencabuli korban dengan menggunakan telur bebek yang dibeli tersebut. Dia juga sempat mengajak korban berhubungan badan namun urung dilakukan karena anak korban pulang ke rumah.

Trisno disebut sempat meminta nomor ponsel korban dan mengatakan pengobatan bakal dilanjutkan. Esok harinya, Trisno mengirim pesan singkat ke korban dan mengaku sudah berada di depan rumah korban.

Korban saat itu menolak 'pengobatan' lanjutan. Sehari berselang, dia kembali mengirim pesan ke korban namun dibaca oleh suami korban.

Setelah diperiksa, korban menceritakan kejadian yang dialaminya ke suaminya. Sang suami kemudian meminta korban menghubungi lagi korban dan meminta dilanjutkan pengobatan.

Trisno meminta korban ke rumah ibu kandung korban tengah malam. Setelah bertemu, korban disebut memeluk korban. Saat itulah, suami korban serta warga menangkap Trisno.

Kasus pelecehan seksual itu dilaporkan ke polisi pada akhir 2021. Setelah diselidiki, Trisno akhirnya diciduk awal 2022 dan kasus itu bergulir di Mahkamah Syar'iyah Lhoksukon.

Dalam persidangan, Trisno dituntut 30 kali cambuk. Majelis hakim memutuskan hukuman sesuai tuntutan. Vonis itu diketuk pada Rabu 25 Mei lalu.

Namun karena Trisno telah menjalani hukuman penjara 5 bulan, maka hukuman cambuknya dikurangi 5 kali. Hitungannya, 30 hari penjara dihitung sekali cambuk.



Simak Video "Viral Pemobil Kena Tilang saat Belok ke Hotel, Ini Penjelasan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/afb)