Riau

Mahasiswa UIN Suska Riau Ngaku Ditendang gegara Status WA

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 07 Jun 2022 15:39 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Ilustrasi (Foto: dok. Rawpixel)
Pekanbaru -

Mahasiswa UIN Suska Riau, Salahudin Toha buka suara atas insiden penganiayaan oleh Wakil Dekan III, RH. Toha mengaku ditendang hingga dipukul karena status WhatsApp (WA).

"Awalnya saya sebagai pengurus Senat atau organisasi mahasiswa mau minta tandatangan. Kami ada kegiatan upgrading pengurus baru akhir pekan nanti. Awalnya mau pakai gedung Pertanian, tapi dipakai," kata Toha, Selasa (7/6/2022).

Toha kemudian mencari alternatif gedung lain. Dia memilih pakai gedung di Fakultas Ekonomi Sosial milik rektorat. Sehingga ia dapat persetujuan dari pimpinan fakultas.


"Sekitar pukul 16.15 WIB saya temui Wakil Dekan III untuk minta tandatangan baik-baik. Beliau nanya saya sebagai apa, terus lihat surat itu ada nama saya. Kamu 'Salahudin Toha' ya dan saya jawab iya," kata Toha.

RH kemudian diam sejenak, tidak lama RH langsung emosi dan mengungkit masalah status yang pernah dibuat. Namun saat itu RH menyinggung status di Instagram yang menurut Toha tidak pernah buat status di Instagram.

"Beliau terdiam dan tiba-tiba marah bilang begini 'Kamu kemarin marah-marah di Instagram, ngata-ngatain saya'. Ya saya jawab 'tidak ada utadz', tapi dibilang saya pembohong," kata Toha.

Masih waktu yang bersamaan, RH disebut mengambil HP dan membuka galeri. Saat itu RH menunjukkan status WhatsApp dan berisi terkait kritikan pengumuman seleksi KKN Kebangsaan.

"Ada screenshot hasil story WA saya. Itu status tentang hasil pengumuman KKN Kebangsaan, isinya kira-kira begini 'Ini kok surat edaran lulusan tes kebangsaan tidak ada. Kok cuma surat edaran pendaftaran yang ada'," kata Toha.

Toha juga menuliskan dugaan tidak ada pengumuman. Ia menduga diumumkan lewat pesan pribadi atau japri.

"Saya lanjut 'oh mungkin ini dikirim tengah malam secara japri seperti pemenangan presiden. Atau ini mungkin indikasi cara menjebolkan anaknya supaya lulus, ingat bung sejarah akan mencatatnya'," sambung Toha dalam statusnya.

Nah, kalimat itulah yang disebut bikin RH marah. Emosinya memuncak langsung menendang Toha di depan lorong kampus.

Semenatara itu dosen UIN Suska Riau, RH menepis tudingan telah menganiaya mahasiswanya.

"Tak benar (dugaan penganiayaan), biar nanti rektorat saja yang menyampaikan," kata RH, Selasa (7/6/2022).

Wakil Dekan III Fakultas Ushuludin itu irit bicara soal tudingan terhadapnya. Dia mengungkapkan, menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada pimpinan di Rektorat UIN Suska Riau.

RH juga memilih untuk bertabayyun atau duduk bersama dengan mahasiswanya. Saat ini dia sedang berkumpul dengan mahasiswanya. Di mana RH telah menjelaskan persoalan yang terjadi.



Simak Video "Warga di Pekanbaru Cekcok Gegara Gangguan Suara Toa Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/astj)