Kepulauan Riau

Polisi Bekuk Warga Bulgaria Dalang Skimming ATM di Batam

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 24 Mei 2022 19:58 WIB
Paparan pengungkapan kasus elaku Skimming ATM di Batam. Dok Polda Kepri
Paparan pengungkapan kasus elaku Skimming ATM di Batam. Dok Polda Kepri
Batam -

Polisi menangkap tiga pelaku skimming di Bank Riau dan Kepri. Dari tiga pelaku satu di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria berinisial VTG.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt mengatakan VTG merupakan pelaku utama. Sementara pelaku JP dan CC turut membantu aksi tersebut.

"Pelaku ada 3 orang, yakni VGT, JP dan CC. VGT sendiri merupakan WNA dari Bulgaria," ujar Goldenhardt kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).


Golden mengatakan CC merupakan wanita yang diketahui kekasih VTG. Ketiga pelaku ditangkap setelah polisi mendapat laporan dan mengendus mereka di Lombok.

Golden mengatakan kasus bermula saat pihak dari Bank Riau Kepri 11 Mei 2022 datang ke Polda Kepri. Pihak manajemen bank membuat laporan telah terjadi aksi skimming atau pencurian data elektronik.

Laporan yang dibuat Bank Riau Kepri ini setelah dapat laporan dari nasabah terkait saldo di rekening yang hilang. Padahal nasabah tersebut tidak ada melakukan transaksi.

"Dari laporan itu kemudian Bank Riau Kepri melakukan investigasi internal. Dari hasil Investigasi diketahui bahwa ada beberapa ATM milik Bank Riau Kepri yang dipasang alat Skimming, ATM tersebut berada di TKP salah satu Swalayan di Kota Batam," tegas Golden.

Setelah melakukan pemeriksaan, penyidik dari Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penyelidikan marathon. Akhirnya terendus aksi tersebut dilakukan tiga pelaku.

"Ketiga tersangka ini salah satunya adalah warga negara asing dari Negara Bulgaria berinisial VTG. Tersangka merupakan otak dari tindak pidana ini," kata Golden.

Sementara itu Direktur Reskrimsus Polda Kepri Kombes Teguh Widodo mengatakan aksi yang dilakukan ketiga pelaku ini cukup profesional. Di mana pelaku meletakkan alat perangkat pembaca kartu di ATM milik Bank Riau Kepri.

"Kemudian para pelaku ini memasang dan mengambil Deep Insert Skimming dan alat pembaca magnetik kartu ATM. Disamping itu ketiga pelaku memasang alat penutup untuk menekan PIN," kata Teguh.

Setelah data milik nasabah didapatkan, pelaku lalu memindahkannya ke kartu magnetik kosong untuk di olah kembali menggunakan alat elektronic data capture. Dengan alat itu pelaku memindahkan data ke kartu ATM kosong untuk penarikan.

Dari ketiga pelaku, polisi menyita barang bukti berupa kartu ATM, beberapa kartu magnetic stripe dan beberapa handphone. Termasuk peralatan yang dipakai pelaku untuk melakukan skimming dan uang hasil kejahatan dalam pecahan mata uang Euro 1.000 dan uang tunai Rp 251.000.000.

"Dari Investigasi awal penyidik bersama Bank Riau Kepri kerugian mencapai Rp 800 juta rupiah. Itu dari kurang lebih 50 orang nasabah," katanya.



Simak Video "Pria Ini Bawa Parang ke Masjid Gegara Suara Toa Bangunkan Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/bpa)