Jambi

Diduga Ada Kelainan Jiwa, Ibu Muda di Tebo Nekat Membacok Bayinya

Ferdi Almunanda - detikSumut
Sabtu, 21 Mei 2022 03:28 WIB
Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat mencoba mengetahui psikologis pelaku usai bacok anaknya (dok Istimewa)
Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega saat mencoba mengetahui psikologis pelaku usai bacok anaknya. Foto Istimewa
Tebo -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang bayi yang masih berusia 13 bulan berhasil diselamatkan dari tindakan kekerasan yang dilakukan ibu kandungnya bernama RWR (20). Perempuan yang baru menikah 16 bulan tersebut berniat ingin menghabisi anaknya dengan membawa ke kebun sawit dan membacok nya.

Beruntung, aksi yang dilakukan perempuan tersebut diketahui mertuanya dan berhasil menyelamatkan bayinya yang akan dihabisi. Kasus pembacokan bayi tersebut saat ini ditangani oleh pihak kepolisian.


Kapolres Tebo Jambi, AKBP Fitria Mega kepada detikSumut, Kamis (19/5/2022) menuturkan bahwa saat ini ibu muda tersebut telah diamankan dan diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Tindakan itu dilakukan mengingat adanya kecurigaan bahwa pelaku memiliki gangguan jiwa.

"Saat ini kita kenakan pasal perlindungan anak ya, jika nanti hasil diagnosa RSJ pelaku tidak alami kejiwaan maka nanti akan kita dalami lagi perbuatan pelaku yang sudah niat membunuh ya. Sekarang kita fokus dulu hasil diagnosa pelaku ini dulu," kata Fitria.

Fitriani mengatakan bahwa sebelum berniat membunuh anaknya, RWR berniat untuk bunuh diri. Percobaan bunuh diri itu dilakukan pelaku dengan menggunakan pecahan kaca.

Saat itu pelaku mencoba menyayat urat nadi, tetapi gagal dilakukan. Usai gagal bunuh diri, pelaku kemudian menggendong bayi kandungnya yang berusia 13 bulan. Pelaku merasa kesal lantaran bayi tersebut terus rewel dan menangis.

Ibu mertua pelaku sempat menawarkan untuk menggendong si bayi agar bisa diam, namun tawaran itu ditolak pelaku dengan kemudian membawa bayinya pergi.

"Perginya ini kan dengan kondisi berlari, jadi ibu mertua nya ini curiga dan mengikuti pelaku yang membawa bayi nya ke perkebunan sawit dan membacok bayi itu," ujar Fitria.

Pembacokan itu dilakukan pelaku pada Selasa (17/5) sekitar pukul 12.30 Wib. Perbuatan pelaku kemudian berhasil dicegah oleh nenek si bayi hingga bayi itu berhasil diselamatkan.

"Jadi kebetulan saya juga psikolog ya, saya ingin tahu pasti apa motif pelaku ini. Saya sempat melihat pelaku ini menyesal karena membacok anaknya kan. Kemudian ketika saya tanya-tanya lagi, kuat dugaan juga kan, pelaku ini setelah habisi nyawa anaknya lalu dia bunuh diri, karena dia juga sempat mau bunuh diri juga kan, tetapi aksinya itu ketahuan oleh mertua nya," terang Fitria.

Tidak sampai disitu, Fitria juga melihat ada gelagat lain yang dipendam oleh pelaku saat itu. Dia juga sepertinya mengalami tekanan di rumah tangganya, namun pelaku enggan memberitahunya.

"Ini kita lihat ketika kita gali-gali tentang hal pribadi, pelaku seperti sempat kesal, tapi tidak bicara dan tangannya itu melintirkan kain baju gitu, saya menduga ada kekesalan yang dialaminya. Tetapi ini sifatnya kita menggali apa motifnya kan," jelas Fitria.

Pelaku yang baru menikah selama 1,6 tahun itu juga diketahui memiliki latar belakang yang pendiam. Polisi juga mempertanyakan ke pihak tetangga pelaku dan disebut pelaku memang jarang berinteraksi dengan tetangganya.

"Kata tetangganya itu ketika kita tanya-tanya, pelaku ini jarang keluar rumah. Dia juga disebut jarang berinteraksi di luar rumah, dan ketika kita tanya suami pelaku, disebut jika tidak ada persoalan apa-apa," ucap Fitria.

Pelaku kini sudah RSJ Jambi. Langkah itu diambil polisi untuk memastikan kejiwaan pelaku yang tega membacok anak kandungnya sendiri.

"Nanti hasilnya bisa diketahui, karena kita tidak bisa menyimpulkan apa pelaku alami kejiwaan atau tidaknya. Jika memang pelaku alami kejiwaan maka akan kita rehabilitasi kan," sebut Fitria.



Simak Video "Kekasih Brigadir J Diperiksa Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)