Gadis Cantik di Sumsel Ditahan karena Tipu Warga Miliaran Rupiah

Prima Syahbana - detikSumut
Kamis, 19 Mei 2022 14:01 WIB
Gadis cantik di Sumsel ditangkap polisi tipu korban miliaran  rupiah. Foto: Prima Syahbana/detikSumut
Gadis cantik di Sumsel ditangkap polisi tipu korban miliaran rupiah. Foto: Prima Syahbana/detikSumut
Palembang -

Polisi menangkap seorang gadis cantik bernama Radah Gladis Meychindi (24), kasus penipuan yang merugikan korban miliaran rupiah. Warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) itu ditangkap di Jakarta usai raup keuntungan berkedok investasi usaha pempek dos, pecel lele dan salon.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika membenarkan penangkapan gadis cantik berkaca mata tersebut dalam kasus investasi bodong.

"Modusnya (investasi bodong) menawarkan investasi dengan menawarkan keuntungan 20 persen," kata Agus, Kamis (19/5/2022).


Warga Kelurahan 7 Ulu, Seberang Ulu I (satu), Palembang, selaku owner investasi bodong itu, ditangkap polisi beberapa waktu lalu saat mencoba kabur di kawasan Jakarta.

"Pelaku sempat tidak ada ditempat (kediamannya di Palembang). Tapi sudah kita aman kan. Diamankan di Jakarta," kata Agus.

Penipuan dan penggelapan yang berkedok usaha pempek dos, pecel lele dan salon, yang itu dirintis Radah sejak Mei 2020. Semua bisnis itu, kata Radah, dijalankannya dengan menggunakan uang Rp 1,2 miliar, berasal dari investor yang berjumlah lebih dari seratus orang.

"Saya tidak pernah patok berapa mau setor, itu urusan admin saya. Pokoknya perjanjian kami, mereka (investor) dapat bunga 20 persen. Itu didapat per 15 hari," kata Radah saat diamankan di Polda Sumsel.

Radah menjelaskan, di awal memang usaha yang dia rintis itu berjalan dengan lancar. Akan tetapi, pada November 2021, bisnis tersebut mulai koleps diduga lantaran terdampak pandemi COVID-19.

"Awal bisnis itu, ada satu teman saya yang pinjam uang tapi berbunga. Ujung-ujungnya banyak yang mau ikut juga, jadi ya sudah. Banyak yang ikut," kata Radah lagi.

Disaat bisnis tersebut koleps, Radah berinisiatif untuk gali lubang tutup lubang uang yang disetorkan investor. Setelah salah satu korban kesal tak ada kejelasan, Radah dilaporkan seorang investor yang mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta.

Diduga takut berurusan dengan polisi, Radah pun sempat kabur ke Jakarta dengan menggunakan uang investornya. Di sana, dia beralasan mencari kerja untuk membayar semua hutang-hutangnya.

"Di Jakarta niat saya mau cari kerja. Niatnya saya mau cicil mereka," katanya.

Atas perbuatannya, Radah kini di tahan dan dijerat pasal tentang penipuan dan penggelapan. Polisi pun mengimbau korban lainnya untuk segera melapor.

"Tersangka dikenakan Pasal 372 atau 378 ancaman hukuman 4 tahun penjara. Satu pelapor, kerugian total Rp 512 juta. Yang merasa jadi korban atau dirugikan atas tindakan tersangka bisa melapor di kantor polisi terdekat," jelas Kompol Agus.



Simak Video "4 Pelaku Robot Trading Fahrenheit Ditangkap, Puluhan Aset Disita"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)