Pembelaan Sekda Dairi Usai Akun Medsos Diduga Hina Puan Maharani

Tim detikSumut - detikSumut
Kamis, 19 Mei 2022 07:09 WIB
Sekda Dairi Budianta Pinem bersama Ketua DPC PDIP Dairi Resoalan dalam sebuah kesempatan.
Proses klarifikasi Sekda Dairi di kantor PDIP Dairi soal akun medsos diduga hina Puan Maharani (Istimewa)
Dairi -

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Budianta Pinem, membuat laporan ke polisi soal akun media sosial (medsos) miliknya yang diduga diretas. Hal ini sebagai buntut dari medsosnya itu diduga menghina Ketua DPR RI Puan Maharani.

Kasus ini bermula dari sebuah unggahan yang menunjukkan Budianta Pinem diduga menghina Ketua DPR Puan Maharani viral. Dilihat detikSumut, Selasa (10/5/2022), dalam unggahan yang viral itu menunjukkan berita tentang Puan Maharani yang diunggah di media sosial. Unggahan itu terlihat dikomentari akun Budianta Pinem dengan kata-kata yang diduga menghina.

"Wanita pemimpin yang tdk bisa mengukur diri maka bicaranya selalu seperti nyaris kena ambeien," demikian isi komentar akun Budianta di kolom komentar unggahan berita Puan.


Budianta yang menyadari hal itu sudah membuat heboh pun mendatangi kantor PDIP di Dairi. Hal itu untuk melakukan klarifikasi terkait komentarnya itu. Ketua DPC PDIP Dairi Resoalon Lumban Gaol mengatakan Budianta mengaku jika akun media sosial miliknya di hack.

"Pak Budianta Pinem menyampaikan bahwa FB-nya yang menyatakan menghina ibu Puan Maharani itu di hack," ujar Resoalon.

Resolaon saat pertemuan itu mengatakan pihaknya akan membuat laporan ke kepolisian terkait dugaan penghinaan. Resolaon juga meminta Budianta membuat laporan ke polisi jika benar akun medsosnya diretas.

Budianta Bikin Laporan Akun Diretas

Usai pertemuan itu, PDIP Dairi pun membuat laporan ke polisi soal dugaan pelanggaran UU ITE yang dilakukan Budianta. Untuk membuktikan jika medsosnya benar diretas, Budianta juga telah membuat laporan ke polisi soal peretasan itu.

"Iya (bikin laporan soal akunnya diretas)," kata Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Rismanto Purba kepada detikSumut, Rabu (18/5).

Rismanto mengatakan laporan itu dibuat pada tanggal 10 Mei kemarin. Keesokan harinya, pihak PDIP Dairi melaporkan Sekda Dairi ke polisi.

"Tanggal 10. Iya (keesokan harinya PDIP yang melapor)," sebut Rismanto.

Penjelasan ke Kemendagri

Heboh kasus dugaan penghinaan Puan Maharani oleh Sekda Dairi Budianta Pinem membuat Kemendagri turun tangan. Kemendagri bahkan sampai memanggil Budianta ke Jakarta untuk dimintai klarifikasi perihal postingannya yang viral itu.

Budianta pun membenarkan pemanggilannya oleh Kemendagri. Budianta menyebut dia datang ke Kemendagri dua hari setelah dia membuat laporan peretasan akun medsos ke polisi. Di Kemendagri Budianta juga mengaku akun media sosial miliknya diretas.

"Benar saya dipanggil Kemendagri pada 12 Mei 2022. Di hadapan Inspektur Khusus bapak Teguh Narutomo dan tim saya sudah menjelaskan bahwa akun tersebut sudah diretas atau dihack oleh orang tidak bertanggung jawab," kata Budianta ketika dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).

Budianta mengatakan semua hal telah disampaikannya ke Kemendagri, tidak ada yang ditutup-tutupi. Termasuk dirinya yang melakukan klarifikasi ke DPC PDIP Dairi 10 Mei 2022.

Klarifikasi ke Bupati Dairi

Budianta mengaku telah melakukan klarifikasi terhadap Bupati Dairi Eddy Keleng Berutu perihal kasusnya yang membuat heboh itu.

Kepada Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, Budianta mengatakan telah memberikan penjelasan perihal akun media sosialnya yang diretas.

"Sudah saya klarifikasi (ke bupati). Saya juga menyampaikan kasus ini atas nama pribadi bukan atas nama sekretaris daerah," tuturnya.



Simak Video "Dasco Yakin Gerindra Jadi Tujuan Safari Politik PDIP"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/afb)